BeritaBudayaPemerintahan

Festival Musik Tong-Tong Sumenep Masuk KEN 2025

141
×

Festival Musik Tong-Tong Sumenep Masuk KEN 2025

Sebarkan artikel ini
Festival Musik Tong-Tong Sumenep Masuk KEN 2025
FOTO: Festival Musik Tong-Tong, kebanggaan masyarakat Madura, resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Festival Musik Tong-Tong, kebanggaan masyarakat Madura, resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

Penetapan itu menjadi bukti nyata pengakuan terhadap kekayaan budaya lokal Sumenep sekaligus langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat branding pariwisata berbasis budaya dan menggerakkan ekonomi kreatif daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan, menyampaikan bahwa pencapaian itu merupakan momentum penting bagi Sumenep untuk menampilkan wajah baru di panggung nasional.

“Masuknya Festival Musik Tong-Tong dalam KEN 2025 menandakan bahwa Sumenep memiliki potensi budaya yang bukan hanya layak dilestarikan, tapi juga dapat menjadi daya tarik wisata dan kekuatan ekonomi kreatif,” ujarnya, Minggu (19/10/2025).

Menurut Iksan, Pemkab Sumenep tengah menyiapkan konsep festival yang lebih modern, interaktif, dan ramah wisatawan, namun tetap mempertahankan akar budaya Madura sebagai ruh utama kegiatan.

“Kami akan menghadirkan kemasan yang segar, dengan tata panggung dan promosi digital yang lebih profesional. Tapi yang utama, identitas tong-tong sebagai warisan budaya tetap menjadi roh utama acara,” tambahnya.

Festival Musik Tong-Tong 2025 dirancang sebagai ajang kolaboratif antara budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Tidak sekadar hiburan rakyat, festival tersebut diharapkan menjadi lokomotif ekonomi lokal yang mampu menggerakkan UMKM, kuliner tradisional, kriya, serta industri kreatif lainnya.

“Kami ingin setiap festival menghadirkan multiplier effect bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, ekonomi lokal berputar, produk-produk unggulan terjual, dan identitas daerah semakin kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iksan menyebutkan bahwa keberhasilan itu merupakan bagian dari visi besar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam menata sektor pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis budaya lokal.

“Bupati selalu menekankan bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh lepas dari nilai-nilai budaya. Melalui event seperti Tong-Tong, kita ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi,” bebernya.

Dengan masuknya Festival Musik Tong-Tong dalam daftar KEN 2025, Sumenep kini menempati posisi strategis sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Jawa Timur.

Iksan berharap pengakuan nasional tersebut dapat memperluas jejaring promosi dan membuka peluang investasi di sektor pariwisata daerah.

“Kami optimistis, ke depan Sumenep akan menjadi magnet baru pariwisata budaya di Indonesia timur. Musik tong-tong bukan hanya bunyi tradisi, tapi suara kemajuan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Saat ini, Pemkab Sumenep tengah memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan pelaku usaha, komunitas seni, dan akademisi untuk menyusun strategi promosi terpadu berbasis event tourism.

Sebagai informasi, Festival Musik Tong-Tong Sumenep resmi tercantum dalam Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nomor: SK/13/HK.01.02/MP/2025 tentang Penetapan 110 Karisma Event Nusantara Tahun 2025, bersama sejumlah event budaya bergengsi lainnya di Indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

>