Program Desa Kramian Amburadul, Aroma Penyimpangan Dana Kian Menyengat

- Redaktur

Sabtu, 8 November 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kantor Desa Kramian, yang pagarnya berlumut dan gedungnya roboh jauh dari layak. @by_News9.id

FOTO: Kantor Desa Kramian, yang pagarnya berlumut dan gedungnya roboh jauh dari layak. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Kramian, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali disorot warga.

Dugaan kuat muncul bahwa dana miliaran rupiah dari APBN tersebut amburadul dan rawan diselewengkan akibat minimnya transparansi dan lemahnya pengawasan.

Warga setempat menilai, Pemerintah Desa Kramian terkesan menutup-nutupi informasi publik terkait penggunaan dana desa.

Tidak ada papan informasi atau banner kegiatan yang biasanya menjadi kewajiban untuk menjelaskan besaran dan sumber anggaran tahun 2024.

“Setiap tahun anggaran turun, tapi tak pernah ada kejelasan proyeknya. Tidak ada laporan, tidak ada papan anggaran. Kami hanya bisa bertanya-tanya, uangnya ke mana,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya, Jumat (7/11/2025).

Kondisi itu diperparah dengan tidak terlaksananya sejumlah program vital bagi masyarakat, seperti kegiatan posyandu, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jalan usaha tani, hingga perbaikan gorong-gorong. Semua program tersebut nihil realisasi.

Baca Juga:  RSUD Bongkar Fakta Manipulasi Kematian Narapidana Rutan Sumenep

Praktik tertutup dan gaya kepemimpinan yang dinilai arogan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap Penjabat (PJ) Kepala Desa Kramian, Idris.

“Kalau di tingkat desa saja sudah berani menyimpang, bagaimana mau maju? Masyarakat hanya jadi korban dari pengelolaan anggaran yang tidak jelas,” ujar warga lainnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, PJ Kepala Desa Kramian, Idris, berdalih bahwa dana desa sudah digunakan sesuai kebutuhan dan menyebut anggaran tahun 2022 tidak berada di bawah kendalinya.

“Dana itu sudah habis. Saya baru menjabat di akhir tahun 2022, jadi tidak tahu banyak soal anggaran sebelumnya,” katanya singkat.

Namun, pernyataan tersebut tak meredam kecurigaan masyarakat. Banyak yang menilai alasan itu hanya bentuk pengelakan tanggung jawab.

Baca Juga:  Dua Tewas, Scoopy Hantam Pohon di Utara Kampus Unija Sumenep

Terlebih, hingga kini tidak ada laporan pertanggungjawaban terbuka yang dapat diakses publik.

Pengamat tata kelola pemerintahan menilai, lemahnya pengawasan dari pihak kecamatan hingga kabupaten membuka peluang besar terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

“Kalau pemerintah daerah bisa dibohongi oleh pejabat desa, berarti sistem pengawasan kita memang lemah. Ini masalah serius karena dana desa berasal dari APBN, yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah,” tegasnya.

Minimnya transparansi dan dugaan penyimpangan itu berpotensi menyeret Desa Kramian ke jurang ketidakpercayaan publik.

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-123 Bangun Tugu Prasasti di Jembatan Dusun Tugu Desa Burno

Sementara masyarakat masih menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum atau Inspektorat Sumenep untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan dana desa tersebut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB

FOTO: (ilustrasi) Oknum anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial RS. @by_News9.id

PERISTIWA

Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Sering Bolos

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:20 WIB