Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC

- Editorial Team

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Hulwatun bersama suaminya, Ahmad Junaidi (38), usai menjalani proses persalinan di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep. @by_News9.id

FOTO: Hulwatun bersama suaminya, Ahmad Junaidi (38), usai menjalani proses persalinan di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kebahagiaan menyambut kelahiran buah hati dirasakan Hulwatun Faridah (41), warga asal Purbalingga yang kini menetap di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Di balik kebahagiaan itu, tersimpan kisah haru tentang perjuangan sebuah keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Hulwatun bersama suaminya, Ahmad Junaidi (38), harus menjalani proses persalinan dalam kondisi keuangan yang sangat terbatas.

Saat berangkat menuju rumah sakit, pasangan tersebut hanya membawa uang sekitar Rp100 ribu.

Uang tersebut sejatinya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan untuk membayar biaya persalinan.

Kekhawatiran sempat dirasakan keduanya. Di tengah keterbatasan ekonomi, mereka harus menghadapi kebutuhan medis untuk menyambut kelahiran anak yang telah dinantikan.

Namun, rasa cemas itu perlahan berubah menjadi rasa syukur setelah Hulwatun mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Sumenep.

Bayi laki-laki yang dinantikan akhirnya lahir dengan selamat pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Baca Juga:  Festival Musik Tong-Tong Sumenep Masuk KEN 2025

Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, Hulwatun bersama bayinya masih menjalani perawatan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Keduanya masih menunggu keputusan dokter terkait waktu yang diperbolehkan untuk pulang ke rumah.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Kami hanya membawa uang Rp100 ribu untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau biaya persalinan harus kami tanggung sendiri, tentu akan sangat berat,” kata Hulwatun.

Hulwatun mengaku sangat bersyukur bisa memperoleh pelayanan kesehatan di tengah kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyanti, M.Kes., serta seluruh tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan selama proses persalinan hingga perawatan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Fauzi, Ibu Direktur RSUD, dan seluruh jajarannya. Program UHC sangat membantu kami dan masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

Menurut Hulwatun, keberadaan UHC bukan hanya memberikan kemudahan dari sisi pembiayaan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Kado Istimewa untuk Sumenep, RSUD dr. H. Moh. Anwar Resmi Berstatus Tipe B

Bagi Hulwatun, pengalaman mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit memberikan kesan tersendiri.

Dia mengatakan, selama menjalani persalinan dan perawatan, dirinya mendapatkan perlakuan yang baik dari para tenaga kesehatan.

Keramahan petugas membuatnya merasa lebih nyaman di tengah kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

“Pelayanannya ramah. Kami dilayani dengan baik dan manusiawi. Kami merasa dihargai. Itu yang membuat saya terharu,” tuturnya.

Dia berharap kualitas pelayanan tersebut dapat terus dipertahankan. Sebab, menurutnya, masyarakat kurang mampu tidak hanya membutuhkan akses kesehatan yang terjangkau, tetapi juga pelayanan yang membuat mereka merasa dihormati.

“Semoga pelayanan seperti ini terus dipertahankan. Kami masyarakat kecil sangat terbantu,” harapnya.

Program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Sumenep mulai diberlakukan sejak 7 November 2022.

Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Lapas Banyuwangi Kenalkan Senjata Hingga Mesin 3D Ke CPNS

Melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Bagi Hulwatun, manfaat UHC bukan sekadar informasi yang ia dengar dari pemerintah.

Program tersebut benar-benar dirasakan ketika dirinya harus menjalani persalinan dalam kondisi keuangan yang terbatas.

Uang Rp100 ribu yang dibawa menuju rumah sakit menjadi gambaran sederhana tentang kondisi ekonomi keluarga tersebut.

Namun, keterbatasan itu tidak menghalangi Hulwatun untuk mendapatkan pelayanan persalinan dan perawatan yang dibutuhkan.

“Program UHC sangat membantu masyarakat, terutama orang yang tidak mampu seperti kami. Semoga terus berjalan dan semakin baik,” katanya.

Kisah Hulwatun dan Ahmad menjadi gambaran bahwa jaminan kesehatan dapat memberikan rasa aman bagi keluarga kurang mampu ketika menghadapi kebutuhan medis yang tidak terduga. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Khairil

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB