Didik Haryanto Menggugat: Koruptor Merampok Rakyat, Layak ‘Dipenggal Hak Istimewanya’

- Editorial Team

Kamis, 11 Desember 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (Istimewa) Didik Haryanto, Ketua LSM Bidik, @by_News9.id

FOTO: (Istimewa) Didik Haryanto, Ketua LSM Bidik, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Ketua LSM Bidik, Didik Haryanto,

kembali menggemparkan publik dengan kritik kerasnya terhadap maraknya praktik korupsi, bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember.

Didik menilai bahwa korupsi tidak cukup diberantas hanya dengan tumpukan regulasi, melainkan harus diberi efek jera yang benar-benar membuat pelakunya takut.

Dalam pernyataannya, Didik menegaskan bahwa istilah yang kerap ia lontarkan “korupsi kecil potong jari, korupsi besar potong tangan” bukanlah ajakan kekerasan, tetapi bentuk sindiran tajam yang menggambarkan betapa parahnya dampak korupsi terhadap rakyat.

“Itu bahasa sindiran. Maksudnya, sanksi korupsi harus benar-benar tegas. Kerugian rakyat jauh lebih menyakitkan daripada sekadar jari atau tangan yang hilang. Korupsi itu merampas hak hidup banyak orang,” tegas Didik.

Ia menilai praktik korupsi yang terus berulang menunjukkan bahwa hukuman selama ini belum mampu menimbulkan rasa takut bagi pelakunya.

“Kalau hukum tidak tegas, koruptor akan tetap tertawa. Saya menggunakan istilah potong jari dan potong tangan agar publik sadar bahwa korupsi bukan kejahatan biasa. Korupsi itu pembunuh masa depan bangsa,” ujarnya.

Didik menekankan bahwa gagasan hukuman keras tersebut pada dasarnya ingin mengembalikan masyarakat kepada moral dasar Pancasila.

“Kalau semua memahami Pancasila, tidak perlu ada hukuman ekstrem. Tidak akan ada yang berani korupsi. Pancasila adalah tameng moral yang paling kuat,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap sila Pancasila merupakan benteng antikorupsi, integritas ketuhanan, keadilan, persatuan, musyawarah yang bersih, hingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Baca Juga:  Buntut Penolakan Pendopo, Advokat Muda Jatim Seret Pemkab Sampang ke Istana

Menutup pernyataannya, Didik mengajak masyarakat menjadikan Hari Antikorupsi sebagai momentum evaluasi, perbaikan, dan kebangkitan moral.

“Sudah cukup rakyat jadi korban. Kalau tidak mau ‘dipotong jari’, ya jangan korupsi. Artinya: tanamkan nilai Pancasila, jujur, dan jangan khianati rakyat,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten
Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026
IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Berita Terbaru

FOTO: Para peserta mengikuti pengujian sesuai jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. @by_News9.id

DAERAH

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:28 WIB

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB