MADIUN, NEWS9 – Laju kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kembali menegaskan bahwa persoalan kesehatan publik ini belum tertangani secara optimal.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga November 2025, tercatat 1.810 penderita, terdiri dari 294 kasus HIV dan 1.516 kasus AIDS.
Angka tersebut menempatkan penyakit ini sebagai isu kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dan respons terpadu.
Dinkes Kabupaten Madiun mengungkapkan dua kecamatan dengan temuan kasus AIDS tertinggi adalah Kecamatan Jiwan dengan 181 kasus, disusul Kecamatan Saradan sebanyak 170 kasus.
Distribusi kasus tersebut menunjukkan pola penyebaran yang merata sekaligus mengindikasikan masih lemahnya deteksi dini di lapangan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa situasi itu merupakan alarm bagi semua pihak untuk tidak abai.
“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Mas Hari Wur, sapaan akrabnya, menyoroti masih kuatnya stigma sosial sebagai salah satu hambatan terbesar dalam penanggulangan.
“Banyak penderita merasa malu, menutup diri, dan menjauh dari lingkungan. Kondisi semacam ini justru memperlambat penanganan dan memperbesar risiko penularan,” jelasnya.
Ia mendorong peran aktif pemerintah desa dan tokoh masyarakat dalam memantau warganya, khususnya mereka yang menunjukkan gejala atau perilaku berisiko.
“Keterbukaan menjadi kunci agar tenaga kesehatan bisa melakukan intervensi lebih cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Madiun sendiri terus memperluas program edukasi publik, kampanye kesadaran HIV, serta layanan pemeriksaan mobile ke desa-desa.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus baru sekaligus menurunkan angka penularan.
“Dengan tingginya kasus di wilayah Jiwan, Saradan, Pilangkenceng hingga Wungu, kami berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat mempercepat penanganan dan meminimalkan stigma,” pungkas Bupati Hari Wuryanto. ***













>