Kasus HIV/AIDS Tembus 1.810 Orang, Kabupaten Madiun Didesak Perkuat Deteksi Dini dan Peran Sosial Masyarakat

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, @by_News9.id

Flyer kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, @by_News9.id

MADIUN, NEWS9 – Laju kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kembali menegaskan bahwa persoalan kesehatan publik ini belum tertangani secara optimal.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga November 2025, tercatat 1.810 penderita, terdiri dari 294 kasus HIV dan 1.516 kasus AIDS.

Angka tersebut menempatkan penyakit ini sebagai isu kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dan respons terpadu.

Dinkes Kabupaten Madiun mengungkapkan dua kecamatan dengan temuan kasus AIDS tertinggi adalah Kecamatan Jiwan dengan 181 kasus, disusul Kecamatan Saradan sebanyak 170 kasus.

Baca Juga:  Hari Pertama Sekolah, Disdik Sumenep Tekankan Disiplin dan Spiritualitas

Distribusi kasus tersebut menunjukkan pola penyebaran yang merata sekaligus mengindikasikan masih lemahnya deteksi dini di lapangan.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa situasi itu merupakan alarm bagi semua pihak untuk tidak abai.

“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Mas Hari Wur, sapaan akrabnya, menyoroti masih kuatnya stigma sosial sebagai salah satu hambatan terbesar dalam penanggulangan.

“Banyak penderita merasa malu, menutup diri, dan menjauh dari lingkungan. Kondisi semacam ini justru memperlambat penanganan dan memperbesar risiko penularan,” jelasnya.

Ia mendorong peran aktif pemerintah desa dan tokoh masyarakat dalam memantau warganya, khususnya mereka yang menunjukkan gejala atau perilaku berisiko.

“Keterbukaan menjadi kunci agar tenaga kesehatan bisa melakukan intervensi lebih cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Madiun sendiri terus memperluas program edukasi publik, kampanye kesadaran HIV, serta layanan pemeriksaan mobile ke desa-desa.

Baca Juga:  Polres Lumajang Tegas! Ribuan Miras dan Knalpot Brong Dimusnahkan

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus baru sekaligus menurunkan angka penularan.

“Dengan tingginya kasus di wilayah Jiwan, Saradan, Pilangkenceng hingga Wungu, kami berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat mempercepat penanganan dan meminimalkan stigma,” pungkas Bupati Hari Wuryanto. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun
SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi
Permudah Akses Informasi dan Pengaduan, RSUDMA Sumenep Hadirkan IPP 24 Jam
Ombudsman RI, BPKN dan YLKI Sambangi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Polsek Pasrujambe Pantau Lahan Pertanian Jagung,Dukung Ketahanan Pangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:01 WIB

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:59 WIB

HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:38 WIB

RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:05 WIB

SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi

Berita Terbaru