Solar Subsidi Kacau di SPBU 54.694.02, Antrean Panjang Jadi Bukti Pembiaran Pemkab Sumenep

- Editorial Team

Selasa, 30 Desember 2025 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Antrean panjang kendaraan roda empat di SPBU 54.694.02, Asem Toronan, Pamolokan, sejak pulul 17.15 WIB. @by_News9.id

FOTO: Antrean panjang kendaraan roda empat di SPBU 54.694.02, Asem Toronan, Pamolokan, sejak pulul 17.15 WIB. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Fenomena antrean panjang kendaraan roda empat di SPBU 54.694.02, Asem Toronan, Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, bukan lagi sekadar potret kelangkaan BBM.

Namun, peristiwa itu telah menjelma menjadi indikasi kegagalan negara hadir melindungi hak dasar rakyat kecil atas solar subsidi.

Hingga hari ini, kelangkaan BBM jenis solar subsidi masih terus terjadi di wilayah Kota Sumenep.

Ironisnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Bupati Sumenep, terkesan abai dan tidak menunjukkan sikap darurat menghadapi krisis distribusi energi yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak.

Solar subsidi adalah barang publik (public goods) yang semestinya dijaga ketat pendistribusiannya.

Baca Juga:  Dukung Pertanian, Babinsa Rogotrunan Bantu Normalisasi Irigasi di Sungai Rogotrunan-Boreng

Fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Negara justru membiarkan solar subsidi dipermainkan, dikapitalisasi, dan dieksploitasi oleh mafia BBM yang dekat dengan kekuasaan, sementara rakyat kecil tercekik antrean.

Hingga kini, tidak ada regulasi tegas dari Pemkab Sumenep terkait pembatasan pengisian solar subsidi menggunakan jerigen.

Celah inilah yang dimanfaatkan para mafia BBM dan pengusaha rakus, diduga dengan restu kekuasaan, untuk menimbun dan mengalirkan solar subsidi demi kepentingan bisnis mereka.

Akibatnya, nelayan, petani, para travel, pelaku UMKM, dan sektor transportasi rakyat menjadi korban utama.

“Aktivitas ekonomi desa tersendat, biaya produksi melonjak, dan roda ekonomi lokal mengalami stagnasi dalam waktu singkat. Semua itu terjadi karena pemerintah gagal bertindak cepat saat rakyat berteriak,” ujar Ndir, saat mengikuti antrean BBM, Senin malam (29/12/2025).

Lebih memprihatinkan lagi, di tengah antrean panjang yang mengular hampir di setiap SPBU wilayah kota Sumenep.

Baca Juga:  FMPK Ancam Kepung Mapolres Sumenep Jika 5 DPO Tak Ditangkap

Bahkan, kata dia, praktik pengisian solar subsidi menggunakan jerigen justru masih dibiarkan merajalela. Hal itu sebuah ironi telanjang di hadapan publik.

“Jika Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak segera menerbitkan kebijakan baru yang tegas dan berpihak pada rakyat, maka kelangkaan solar subsidi ini akan melahirkan kemiskinan baru yang terstruktur, sekaligus menjadi bukti kegagalan pemerintah dalam mewujudkan keadilan distribusi kesejahteraan,” jelasnya.

Sementara itu, potensi penyalahgunaan solar subsidi yang dijual keluar daerah oleh para mafia BBM Subsidi kepada pihak-pihak tidak berhak semakin terbuka lebar.

“Aparat penegak hukum dan pemerintah tidak boleh bersikap permisif. Pencegahan harus dilakukan secara serius, dan jika pelanggaran telah terjadi, penindakan hukum wajib ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

“Tapi faktanya mas, hingga hari ini, pemerintah dan aparat penegak hukum terlihat “demam panggung”, seolah lumpuh menyaksikan carut-marut kelangkaan solar subsidi di Sumenep. Rakyat menunggu, sementara solar subsidi terus dijarah secara terang-terangan,” tandas Ndir. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Barang bukti fisik berupa bagian pohon produktif yang diduga ditebang tanpa izin. @by_News9.id

HUKRIM

Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:03 WIB

FOTO: Penandatanganan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

28 Pejabat Baru Pemkab Sumenep Dilantik

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:55 WIB

FOTO: Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumenep, Kamiluddin,  (kiri) bersama Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumenep, Moh. Ilyas, (kanan). @by_News9.id

PERISTIWA

Kekeringan di Sumenep, BPBD Masih Andalkan Suplai Air Bersih

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:41 WIB