SAMPANG, NEWS9 – Duka mendalam yang dirasakan keluarga Idris (15), bocah yang ditemukan meninggal dunia di galian tanggul tambak Dusun Plasah, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tidak mereka tanggung sendirian.
Kepedulian dari berbagai pihak terus mengalir sebagai bentuk solidaritas dan empati.
Pada Senin (30/6), Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos dan PPPA) bersama Muspika Kecamatan Pangarengan mengunjungi rumah duka untuk menyerahkan bantuan sekaligus menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.
Rombongan yang dipimpin oleh Camat Pangarengan, Nurholis S.Sos., M.M., didampingi Kapolsek Pangarengan, Iptu Iwan Suhadi, S.H., Danposramil Peltu Karmuji, serta perwakilan dari Dinsos dan PPPA, Ali Imron, juga diikuti Ketua TAGANA Sampang, Mulyadi, dan Raodah.
Mereka disambut oleh Munir, ayah almarhum Idris, di kediamannya di Dusun Taman, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan.
Penyaluran bantuan yang dilakukan ini bukan sekadar bentuk perhatian, namun juga sebagai upaya nyata dari pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan sosial bagi masyarakat, sebagaimana diatur dalam Permensos Nomor 1 Tahun 2013 tentang Bantuan Sosial untuk Korban Bencana dan Non-Bencana.
“Ini adalah bentuk empati kami. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga yang tengah berduka,” ujar Iptu Iwan Suhadi dalam pernyataannya.
Sementara Munir, orang tua almarhum, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh semua pihak.
Sebelumnya, pada Selasa (24/6) sekitar pukul 18.30 WIB, Idris, yang masih tercatat sebagai siswa SMPN 2 Pangarengan, ditemukan tidak bernyawa di dalam galian tanggul tambak milik PT Garam di Dusun Plasah, Desa Pangarengan.
Menurut kesaksian warga, Idris terakhir terlihat tengah mengejar layangan yang putus ke arah selatan sekitar pukul 11.00 WIB.
Ketika hingga sore hari tak kunjung pulang, keluarga pun panik dan melibatkan warga sekitar dalam pencarian.
Pencarian yang dilakukan oleh warga Dusun Taman dan Dusun Plasah akhirnya menemukan jasad Idris di dasar galian berair sedalam 2,5 meter.
Kesedihan menyelimuti warga desa, terlebih mengingat usia Idris yang masih belia dan dikenal aktif bermain di lingkungan sekitar.
Pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan visum maupun autopsi, dan memilih menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan sebagaimana dinyatakan dalam surat pernyataan resmi. ***
