BeritaPeristiwa

Bau Menyengat, Tumpukan Sampah di Bawah Jembatan Baran Desa Kemantren Malang Dikeluhkan

2011
Bau Menyengat, Tumpukan Sampah di Bawah Jembatan Baran Desa Jabung Malang Dikeluhkan
FOTO: Tumpukan sampah di bawah jembatan, @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Kondisi memprihatinkan terlihat di aliran kali yang berada di wilayah Baran, Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung di bantaran kali di bawah jembatan, menimbulkan bau menyengat dan dikeluhkan warga sekitar.

Dari pantauan di lokasi, sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga potongan kayu memenuhi aliran sungai yang mengalami penyurutan debit air.

Akibatnya, sampah mengendap dan membusuk, memicu aroma tak sedap yang menyebar hingga ke permukiman warga.

Berdasarkan keterangan warga, kondisi tersebut telah berlangsung berbulan-bulan tanpa adanya penanganan dari pihak terkait.

“Sudah berbulan-bulan seperti ini, tidak pernah dibersihkan. Baunya sangat menyengat apalagi saat air surut,” ujar salah satu warga, Selasa (14/4).

Warga juga menilai adanya pembiaran dari pihak perangkat desa maupun pemerintah setempat karena tidak ada tindakan nyata hingga saat ini.

“Seperti dibiarkan saja. Tidak ada tindakan dari pemerintah setempat, padahal ini sudah sangat mengganggu,” keluh warga lainnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengguna jalan yang melintas di atas jembatan tersebut.

Bau menyengat dari tumpukan sampah dinilai sangat mengganggu kenyamanan berkendara.

“Setiap lewat sini pasti tercium bau menyengat, sangat mengganggu, baik pengendara motor maupun mobil. Ini sudah lama sekali, berbulan-bulan tapi tidak pernah diatasi,” ujar salah satu pengendara yang dikonfirmasi.

Ironisnya, lokasi tersebut berada tepat di bawah jembatan yang merupakan bagian dari infrastruktur publik.

Berdasarkan papan proyek, jembatan tersebut merupakan pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang tahun anggaran 2025.

Namun kondisi lingkungan di sekitarnya justru terkesan kumuh dan tidak terkelola.

Selain menimbulkan bau, tumpukan sampah juga berpotensi menyumbat aliran air saat hujan turun dan memicu banjir.

Situasi itu memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan tanggung jawab pihak terkait dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area fasilitas umum.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk membersihkan aliran kali serta mengambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Harus ada tindakan cepat. Jangan menunggu semakin parah baru bergerak,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, camat Taufik tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi juga belum terlihat adanya penanganan langsung di lokasi.

Masyarakat pun menunggu respon serius dari pemerintah setempat agar persoalan ini segera ditangani dan tidak semakin merugikan warga. ***

Exit mobile version