BeritaHukrim

Bisnis Gelap Narkoba di Masalembu Menghancurkan Pulau, Siapa Dalangnya?

440
×

Bisnis Gelap Narkoba di Masalembu Menghancurkan Pulau, Siapa Dalangnya?

Sebarkan artikel ini
FOTO: (ilustrasi) Bisnis gelap barang haram yang terus tumbuh subur dengan sokongan orang-orang kuat di internal penegak hukum sendiri. @by_News9.id
FOTO: (ilustrasi) Bisnis gelap barang haram yang terus tumbuh subur dengan sokongan orang-orang kuat di internal penegak hukum. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian terjerat dalam pusaran peredaran narkoba yang seolah mustahil diberantas.

Di balik wajah indah kepulauan, bisnis gelap barang haram justru terus tumbuh subur dengan sokongan orang-orang kuat di internal penegak hukum sendiri.

Fakta itu terungkap dalam investigasi analisis sosial yang dilakukan Pengguyuban Masyarakat Masalembu (PMM).

Ketua PMM, Sunarto, menegaskan, masyarakat Masalembu sangat memahami bagaimana narkoba masuk, siapa yang bermain, hingga jalur edar yang nyaris tak tersentuh hukum.

“Kalau bicara bebas dari narkoba di Masalembu, itu sama saja berharap di siang bolong. Terlalu masif, sistematis, dan terorganisir. Barang haram itu datang dari jalur laut, diatur sedemikian rupa, didukung oknum-oknum yang mestinya jadi garda terdepan pemberantasan,” tegas Sunarto, Minggu (13/7/2025).

Menurutnya, kejahatan narkoba di Masalembu ibarat kejahatan yang sengaja dibiarkan tumbuh demi keuntungan segelintir pihak.

“Kalau ada kejahatan yang semakin menjadi-jadi di suatu desa, pasti ada orang yang mengkhianati negara. Negara jangan sampai dijajah oleh bisnis gelap yang merusak generasi tapi menguntungkan segelintir orang,” tegasnya.

Ironisnya, lokasi dan waktu transaksi narkoba di Masalembu bukan lagi rahasia.

Banyak transaksi dilakukan secara terbuka, malam hari dan bahkan siang hari yang seharusnya mudah terpantau. Namun praktiknya, jalur edar tetap lolos dari penindakan.

Sunarto menegaskan, tanpa keberanian aparat menindak orang kuat di balik bisnis narkoba itu, Masalembu akan terus menjadi ‘surga’ bagi para bandar.

“Masyarakat Masalembu menantang aparat penegak hukum. Tangkap pemain besarnya, bongkar jaringannya, dan bersihkan pulau ini dari penjajah dalam bentuk bisnis gelap!” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dinaikkan, Kapolri, Kapolda Jawa Timur, Kapolres Sumenep, dan Kapolsek Masalembu belum memberikan keterangan resmi meski Kapolsek telah dihubungi melalui pesan aplikasi WhatsAppnya oleh tim News9.id. ***

Tinggalkan Balasan

2