BeritaDaerah

Dewan Pendidikan Sampang Desak Pemerintah, Buka Lebar Formasi PPPK Guru TK 

75
Dewan Pendidikan Sampang Desak Pemerintah, Buka Lebar Formasi PPPK Guru TK
Flyer desakan Dewan Pendidikan Sampang, kepada pemerintah daerah membuka akses lebih luas bagi guru dan kepala sekolah TK. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang mendesak pemerintah daerah membuka akses lebih luas bagi guru dan kepala sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sebagai upaya mewujudkan keadilan bagi tenaga pendidik di semua jenjang.

Dewan Pendidikan Sampang, Hasan Rohmad, menyatakan bahwa guru TK memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter dan kecerdasan anak sejak usia dini, sehingga layak memperoleh kesempatan yang setara dalam kebijakan pengangkatan PPPK.

“Guru TK adalah pondasi awal pembangunan sumber daya manusia. Sudah seharusnya mereka mendapatkan hak yang sama dalam kebijakan pengangkatan PPPK,” ujarnya. kepada News9.id Kamis (16/4).

Mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, syarat utama seleksi PPPK guru mencakup kualifikasi akademik minimal S1 atau D4 dan/atau kepemilikan sertifikat pendidik.

Hasan menilai sebagian besar guru TK telah memenuhi kriteria tersebut, sehingga secara prinsip memenuhi syarat untuk ikut seleksi.

Namun di lapangan, terdapat sejumlah kendala yang dinilai menghambat partisipasi guru TK, antara lain terbatasnya formasi PPPK untuk jenjang TK, belum terakomodasinya guru TK swasta, serta ketidakjelasan posisi kepala TK dalam jabatan fungsional.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan kebijakan agar lebih inklusif.

“Ini bukan soal meminta keistimewaan, tetapi soal keadilan. Jangan sampai guru TK terus berada di pinggiran kebijakan,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Dewan Pendidikan Sampang mengusulkan beberapa strategi kepada pemerintah daerah, di antaranya membuka formasi khusus PPPK untuk guru TK, melakukan pendataan ulang secara menyeluruh, memberikan prioritas berdasarkan masa pengabdian, serta mendorong advokasi ke pemerintah pusat.

Hasan berharap Bupati Sampang bersama Dinas Pendidikan dapat segera mengambil kebijakan yang berpihak pada pemerataan akses dan kualitas pendidikan, mengingat peran pendidikan usia dini dinilai krusial dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Jika kita serius membangun masa depan Sampang, maka kita harus mulai dari guru TK hari ini,” tutupnya. ***

Exit mobile version