BeritaPeristiwa

Diduga Hirup Busa Sabun, Bocah 9 Tahun Tewas di Wisata Pemandian Tectona

773
×

Diduga Hirup Busa Sabun, Bocah 9 Tahun Tewas di Wisata Pemandian Tectona

Sebarkan artikel ini
Foto: Anak laki-laki berinisial E, asal Kecamatan Kalianget, dilaporkan meninggal dunia usai diduga menghirup busa sabun, @by_News9.id
Foto: Anak laki-laki berinisial E, asal Kecamatan Kalianget, dilaporkan meninggal dunia usai diduga menghirup busa sabun, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Wisata pemandian Tectona di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, ditutup sementara setelah insiden tragis menewaskan seorang bocah berusia 9 tahun.

Anak laki-laki berinisial E, asal Kecamatan Kalianget, dilaporkan meninggal dunia usai diduga menghirup busa sabun dari mesin pembuat gelembung di kolam renang.

Insiden terjadi pada Rabu pagi (25/12) sekitar pukul 09.20 WIB saat korban bersama rombongan keluarga menikmati liburan di lokasi wisata tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban sempat tak sadarkan diri di tempat kejadian sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Itu si anak diduga menghirup busa sabun. Di lokasi langsung pingsan dan ditolong oleh pengunjung lainnya,” ungkap salah seorang pengunjung berinisial MJ kepada wartawan.

Meski sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, nyawa korban tidak tertolong.

Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Saat ini, kawasan wisata Tectona telah dipasangi garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini dinaikkan, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dan pemilik wisata, Efredi, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Menurut SafeKids Indonesia, komunitas yang fokus pada keselamatan anak, wahana busa sabun dapat menimbulkan berbagai risiko, termasuk iritasi mata, tersedak, atau keracunan.

“Foam dapat menyebabkan iritasi mata karena termasuk bahan kimia. Ada risiko tertelan dan tersedak juga,” ujar Wahyu Setyawan Minarto, inisiator SafeKids Indonesia, seperti dikutip dari Kumparan.

Insiden tersebut menjadi peringatan penting bagi pengelola tempat wisata untuk lebih memperhatikan keselamatan pengunjung, terutama anak-anak, serta mengedukasi masyarakat mengenai potensi bahaya wahana yang menggunakan bahan kimia. ***

Tinggalkan Balasan

>