SUMENEP, NEWS9 – Praktik perjudian sabung ayam di Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, diduga kian berani.
Untuk mengelabui aparat penegak hukum, aktivitas ilegal itu kini bakal dikemas dalam bentuk lomba dengan hadiah sepeda motor.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, kegiatan tersebut telah berlangsung cukup lama dan terkesan luput dari pengawasan.
Bahkan, penyelenggara bakal kembali membuka agenda serupa pada Jumat, 24 April 2026 besok lusa dengan laga T3000 Gandeng Ayam bakal dimulai pukul 08.00 WIB bertempat di lapangan Tampa Nama Batuputih.
“Iya positif kak Jum’at besok masih mau buka undangan pula (hadiah sepeda motor),” ungkap seorang sumber terpercaya, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, kemasan lomba berhadiah itu diduga hanya menjadi kedok untuk menyamarkan praktik perjudian sabung ayam agar tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat maupun aparat.
“Ini bukan sekadar lomba biasa. Polanya jelas mengarah pada praktik judi sabung ayam yang dikemas rapi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dugaan adanya pihak yang berperan sebagai koordinator dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kalau sudah ada undangan resmi seperti itu, berarti ada yang mengorganisir. Ini bukan kegiatan spontan,” tambahnya.
Situasi tersebut memicu tanda tanya besar terhadap kinerja aparat penegak hukum setempat.
Pasalnya, praktik yang diduga melanggar hukum tersebut terkesan dibiarkan berlangsung tanpa tindakan tegas.
“Kami berharap aparat segera turun tangan untuk menindak tegas praktik perjudian yang dinilai merusak tatanan sosial dan melanggar hukum,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, saat dikonfirmasi kontributor News9.id terkait dugaan aktivitas sabung ayam berkedok lomba tersebut mengatakan, “Tidak ada,” jawab singkat, Kompol. Widiarti.
Diberitakan sebelumnya bahwa arena sabung ayam yang berada di Desa Batuputih dikendalikan oleh seorang pria berinisial AS.
Kegiatan itu disebut bukan hal baru, bahkan telah menjadi rahasia umum di kalangan warga setempat.
“Heran dan rasanya mustahil kalau Satreskrim Polres Sumenep tidak mengetahui praktik ilegal ini yang sudah berlangsung lama,” ungkap sumber, Kamis (16/4).
Lebih lanjut, sumber tersebut menyebut bahwa praktik sabung ayam itu berlangsung rutin setiap pekan, yakni pada hari Senin dan Jumat. ***













>