BeritaPeristiwa

Dramatis! Enam ABK KLM Sampurna Bertahan di Laut Selama Tiga Hari Sebelum Diselamatkan

308
×

Dramatis! Enam ABK KLM Sampurna Bertahan di Laut Selama Tiga Hari Sebelum Diselamatkan

Sebarkan artikel ini
Foto: Enam anak buah kapal (ABK) KLM. Sampurna GT 80 asal Kecamatan Pasean, Pamekasan, akhirnya ditemukan. @by_News9.id
Foto: Enam anak buah kapal (ABK) KLM. Sampurna GT 80 asal Kecamatan Pasean, Pamekasan, yang ditemukan dan selamat. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Enam anak buah kapal (ABK) KLM. Sampurna GT 80 asal Kecamatan Pasean, Pamekasan, akhirnya ditemukan selamat setelah tiga hari dinyatakan hilang akibat kecelakaan laut di perairan Pantura, Kabupaten Sumenep.

Mereka ditemukan oleh nelayan setempat di perairan Dusun Nyamplong Ondung, Desa Kalikatak, sekitar dua mil dari bibir pantai Kecamatan Arjasa, Sumenep, pada Kamis (27/3/2025) pagi.

Nelayan bernama Jupri dan rekannya yang sedang melaut melihat para ABK mengibarkan bendera sebagai tanda darurat.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari KN SAR Permadi, Polairud, Pos SAR Sumenep, serta bantuan warga dan keluarga korban, langsung bergerak melakukan evakuasi.

Rencana awal penyisiran diubah menjadi penyelamatan langsung setelah kepastian keberadaan keenam ABK.

Kapolsek Arjasa yang tiba lebih dulu di lokasi memastikan para korban dalam kondisi selamat meski mengalami trauma akibat insiden tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Arjasa, mereka dievakuasi menggunakan KN SAR Permadi menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Sekitar pukul 04.15 WIB, nelayan Jupri dan rekannya yang sedang mencari ikan melihat enam orang melambaikan bendera di tengah laut.

Ketika didekati, mereka mengaku sebagai korban kecelakaan kapal dan langsung dievakuasi ke rumah warga setempat.

Pada pukul 13.00 WIB, Kapolsek Arjasa menyerahkan para korban kepada tim KN SAR Permadi.

Kapal kemudian bertolak dari Pelabuhan Batuguluk, Arjasa, menuju Pelabuhan Kalianget, dengan estimasi tiba pukul 19.00 WIB.

Operasi penyelamatan itu melibatkan berbagai pihak, termasuk tim SAR Surabaya, Polairud, dan nelayan setempat.

Dengan kondisi cuaca yang cukup menantang dengan gelombang setinggi 0,8 – 1,5 meter dan hujan ringan serta koordinasi yang cepat dan tepat menjadi kunci keberhasilan penyelamatan.

Kasat Polairud Polres Sumenep, AKP Moch. Rofiq, S.H., mengapresiasi kerja keras tim SAR dan nelayan yang telah berperan dalam penyelamatan tersebut.

“Sinergi dan kesigapan tim SAR bersama masyarakat sangat berperan dalam menyelamatkan nyawa para ABK yang sempat terombang-ambing di laut selama tiga hari. Alhamdulillah, mereka ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi baik, operasi SAR resmi dinyatakan selesai. ****

Tinggalkan Balasan

2