BeritaHukrim

Dugaan Penganiayaan Anak Yatim di Batuputih Sumenep Uji Ketegasan Hukum

15
×

Dugaan Penganiayaan Anak Yatim di Batuputih Sumenep Uji Ketegasan Hukum

Sebarkan artikel ini
Dugaan Penganiayaan Anak Yatim di Batuputih Sumenep Uji Ketegasan Hukum
FOTO: (ilustrasi) Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak yatim di bawah umur di Desa Batuputih Daya, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat.

Pasalnya, perkara tersebut tidak sekadar kriminal biasa, tetapi memantik perdebatan serius soal keadilan hukum di tengah ketimpangan sosial.

Korban yang diketahui merupakan anak yatim disebut harus berhadapan dengan tersangka berinisial Masode, yang dikenal sebagai sosok berkecukupan di wilayah tersebut.

Narasi orang kecil melawan orang berduit pun menguat di tengah masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat hingga kalangan akademisi.

Keluarga korban menilai, posisi sosial dan kekuatan finansial tersangka berpotensi memengaruhi proses hukum. Korban khawatir hukum dapat dipermainkan.

“Ini yang membuat kami khawatir. Ada keyakinan di pihak tersangka bahwa dia bisa lepas dari jeratan hukum, termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak, karena merasa punya kekuatan materi,” ujar salah satu keluarga korban, Minggu (19/4).

Sementara itu, ibu korban, Madiye, mengakui keterbatasan ekonomi yang dimiliki keluarganya. Namun, ia menegaskan tetap percaya pada proses hukum yang berjalan.

“Kami sadar kami bukan siapa-siapa. Tapi kami percaya hukum bisa bekerja dengan adil. Kami berharap Kejaksaan Negeri Sumenep benar-benar profesional dan berpihak pada kebenaran,” ungkapnya.

Ia juga menaruh harapan besar kepada majelis hakim agar perkara tersebut diputus secara objektif tanpa intervensi kekuatan apa pun.

“Yang kami minta hanya keadilan. Kami percaya masih ada kesetaraan di depan hukum,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>