BeritaPeristiwa

Elpiji Melon 3kg Langka, Puluhan Warga Antri di Pertashop

140
×

Elpiji Melon 3kg Langka, Puluhan Warga Antri di Pertashop

Sebarkan artikel ini
Elpiji Melon 3kg Langka, Puluhan Warga Antri di Pertashop
FOTO: Antrian warga dari Desa Kromengan, di salah satu agen penyedia gas di Pertashop 5P.65141 @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Gas Elpiji 3kg atau seringnya masyarakat menyebut gas melon mengalami kelangkaan.

Hal itu terlihat di salah satu agen penyedia gas di Pertashop 5P.65141 Kromengan milik Suparman warga Kromengan.

Puluhan warga dari Desa Kromengan, Karangrejo, Peniwen hingga Jambuwer sejak pagi antri untuk membeli gas elpiji yang sudah 3 hari ini sulit didapat. Sabtu (11 April 2026).

Menurut Muji, salah satu warga Peniwen yang ikut antri hingga siang ini mengatakan jika dirinya kesulitan beli gas di toko langganannya.

“Saya tidak mendapatkan gas sudah tiga hari ini, jadinya repot sekarang, minyak tanah sudah gak ada, disuruh ganti gas sekarang susah, gak tahu ini maunya pemerintah,” ujarnya.

Salah satu warga yang lain Reni, saat ditemui wartawan di sela-sela dirinya mengantri mengeluhkan keadaan tersebut.

“Repot jaman sekarang, sudah apa-apa mahal susah lagi didapat, kita masyarakat kecil yang jadi korbannya,” keluhnya.

Pemilik Pertashop saat ditemui awak media menyampaikan jika dirinya saat ini kesulitan mendatangkan gas sesuai kuota sebelumnya. Dan membludaknya antrian tersebut baru kali ini terjadi.

“Sebelumnya, pas hari raya kemarin tidak sebanyak ini,” paparnya.

“Dulu saya bisa mendapatkan kuota hingga 300 tabung, namun sekarang dikurangi cuma 200 tabung,” katanya.

Meskipun dalam kondisi sulit seperti itu, dirinya tetap berusaha melayani warga dan tidak memainkan harga seenaknya, semua sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Menurut pemilik Pertashop Kromengan, dirinya dikirimi dari PT. Gas Fajar Jaya Mandiri, agen elpiji subsidi 3 kg yang berkantor di Jl. Raya Ahmad Yani RT. 4 RW. 2, Dilem Kepanjen.

Awak media mencoba konfirmasi ke nomor handphone milik PT yang tertera pada truk pengiriman, namun hingga berita ini ditulis, pihak PT belum memberikan keterangan.

Masyarakat menunggu informasi apa yang sebenarnya terjadi. ***

Tinggalkan Balasan