BeritaDaerah

Forpam Gelar FGD, Dorong Legalitas Rokok Lokal Demi Kesejahteraan Madura

291
×

Forpam Gelar FGD, Dorong Legalitas Rokok Lokal Demi Kesejahteraan Madura

Sebarkan artikel ini
FOTO: Forum Pimpinan Asosiasi Media (Forpam) Kabupaten Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD). @by_News9.id
FOTO: Forum Pimpinan Asosiasi Media (Forpam) Kabupaten Sumenep saat menggelar Focus Group Discussion (FGD). @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Forum Pimpinan Asosiasi Media (Forpam) Kabupaten Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Memperkuat Sinergi Pemerintah, Bea Cukai, dan Pers dalam Mendorong Legalitas Usaha Rokok Lokal di Sumenep’, Kamis (17/7) siang, di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

FGD tersebut menjadi langkah konkret memperkuat pertumbuhan industri rokok lokal yang legal, produktif, sekaligus berpihak pada kesejahteraan masyarakat Madura.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Turut hadir jajaran Bea Cukai Madura, Polres Sumenep, Kodim 0827, Forkopimda, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Sumenep, serta ratusan pelaku usaha rokok lokal dan organisasi pers, seperti IWO, MIO, PWRI, PWI, KJS, JMSI, SMSI, AWDI, AMOS, dan AJS.

Dalam sambutannya, Wabup Imam Hasyim menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, media, dan Bea Cukai untuk mendorong legalitas usaha rokok tradisional di Bumi Sumekar.

“Forum ini bukan untuk membenarkan pelanggaran, tetapi sebagai ruang membangun komitmen bersama. Bagi perusahaan rokok yang belum berizin, silakan diurus. Ini demi kemajuan daerah dan peningkatan PAD kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Rokok Lokal Sumenep, Sofyan Wahyudi, menekankan bahwa tembakau dan garam merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Madura.

Menurutnya, mendukung industri rokok lokal sama artinya dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kami punya lima tujuan utama: menambah penerimaan negara, mendongkrak DBHCHT, menjaga stabilitas harga tembakau, membangun ekosistem industri, dan tentu mensejahterakan petani tembakau,” ungkap Sofyan.

Penasehat Paguyuban Rokok Lokal, H. Mukmin, menyebut FGD tersebut sebagai wujud nyata pembinaan.

Ia berharap Bea Cukai semakin aktif memberikan edukasi serta pendampingan agar industri rokok lokal makin maju dan legal.

Sementara itu, M. Syamsul Arifin panitia pelaksana, menegaskan FGD itu melibatkan ratusan pengusaha rokok lokal sebagai upaya membangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah, pengusaha, dan insan pers.

Sebagai penutup, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran logo resmi Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep, menandai semangat baru untuk membangun industri rokok yang legal dan berdaya saing. ***

Tinggalkan Balasan

>