Gelombang Air Mengepung Istana Kuda Terbang

- Redaksi

Selasa, 13 Mei 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (istimewa) Idris Bawafie, pemerhati lingkungan sekaligus pendiri BGE Foundation. @by_News9.id

Foto: (istimewa) Idris Bawafie, pemerhati lingkungan sekaligus pendiri BGE Foundation. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Air deras mengalir tanpa hambatan. Tidak ada lagi akar pohon yang menyerap air, tidak ada lagi bebatuan yang menahan alirannya.

Pepohonan besar telah ditebang, banyak yang diambil untuk dijadikan bonsai dan dikirim ke tempat lain.

Sementara itu, aktivitas galian terus dilakukan tanpa aturan yang jelas. Akibatnya, banjir pun melanda.

Hari ini, banjir meluap dan masuk ke dalam rumah-rumah warga serta dapur-dapur di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Nyaris Telan Korban, Atap SDN Pandeman II Arjasa Roboh Saat Proses Belajar

Desa Kebunagung, Desa Batuan, dan desa-desa sekitarnya menjadi titik terparah terdampak.

Bahkan, jebolnya tanggul di belakang Kantor UPT Pengairan memperparah aliran air yang mengarah ke Desa Babbalan.

Menyikapi hal itu, Idris Bawafie, pemerhati lingkungan sekaligus pendiri BGE Foundation yang aktif dalam program penghijauan, mulai angkat bicara.

Ia menghimbau masyarakat dan pemerintah untuk lebih serius memperhatikan kondisi lingkungan.

“Bumi ini rumah kita. Sudah saatnya kita melakukan konservasi air dan alam. Jangan hanya menata kota, bukit-bukit di desa juga sangat butuh program penghijauan,” terangnya kepada News9.id, Selasa (13/5/2025).

Idris juga mengungkapkan masalah lain yang kerap terabaikan, banyaknya monyet liar yang turun ke permukiman warga.

Baca Juga:  Empat Tahun Ditinggal Kerja ke Luar Negeri, Istri di Pasrujambe Melahirkan

Menurutnya, hal itu terjadi karena habitat mereka di perbukitan telah rusak akibat penebangan pohon secara masif.

“Mereka tidak punya tempat tinggal dan sumber makanan, sehingga turun ke rumah-rumah warga untuk berteduh dan mencari makan,” jelasnya.

Ia pun bertanya-tanya, apakah banjir ini adalah akibat langsung dari penambangan yang tak terkendali, yang terus mengikis tanah, batu, dan pepohonan sebagai penyerap air hujan.

“Entahlah… Wallahu a’lam,” kata seorang pemerhati lingkungan sekaligus pendiri BGE Foundation itu dengan nada pasrah.

Sementara, situasi tersebut menjadi peringatan keras akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“Tanpa itu, bencana akan terus datang, dan dampaknya akan semakin luas,” pungkas Idris Bawafi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru