Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
GMPM Ledek Bea Cukai Madura: Rokok Ilegal Dibiarkan, Mesin Produksi Tak Diamankan - News 9
BeritaHukrim

GMPM Ledek Bea Cukai Madura: Rokok Ilegal Dibiarkan, Mesin Produksi Tak Diamankan

286
×

GMPM Ledek Bea Cukai Madura: Rokok Ilegal Dibiarkan, Mesin Produksi Tak Diamankan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Ratusan massa dari Gerakan Masyarakat Peduli Madura (GMPM) saat melakukan aksi ke Kantor Bea Cukai Pamekasan. @by_News9.id
FOTO: Ratusan massa dari Gerakan Masyarakat Peduli Madura (GMPM) saat melakukan aksi ke Kantor Bea Cukai Pamekasan. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Ratusan massa dari Gerakan Masyarakat Peduli Madura (GMPM) mengepung Kantor Bea Cukai Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (13/8/2025).

Mereka melontarkan tudingan keras bahwa Bea Cukai Madura lemah dan tebang pilih dalam menegakkan hukum terhadap perusahaan rokok yang diduga melakukan pelanggaran berat.

Koordinator Lapangan, Siswadi, menyuarakan kekecewaan mendalam.

Menurutnya, Bea Cukai gagal menjalankan mandatnya sebagai penegak aturan, terutama dalam menindak pabrik rokok (PR) yang terlibat pelanggaran di wilayah Madura.

“Selama ini Bea Cukai Pamekasan hanya sebatas seremoni. Penindakan rokok ilegal gagal total. Yang kuat dibiarkan, yang lemah ditindas,” teriak Adi, salah satu orator, di tengah massa.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah saat penggerebekan PR Daun Mulya milik Hartono di Kabupaten Sampang.

Meski operasi sudah dilakukan, GMPM menilai tak ada kelanjutan serius.

Bahkan, mesin produksi rokok ilegal disebut masih dibiarkan di lokasi pabrik dan belum diamankan ke Kantor Bea Cukai.

“Ini ada apa? Kenapa mesinnya masih di sana? Siapa yang dilindungi?” tanya Adi lantang.

Ia memperingatkan, jika Bea Cukai Madura tidak segera melakukan reformasi internal, situasi tersebut akan menjadi preseden buruk bagi keadilan di Pulau Madura.

“Pemasukan terbesar negara berasal dari cukai rokok. Tapi hasilnya hanya dinikmati segelintir orang. Rakyat Madura malah jadi korban sistem bobrok ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, aksi tersebut mencerminkan tingkat ketidakpercayaan publik yang kian membengkak terhadap institusi Bea Cukai di Madura.

Dengan begitu, GMPM menuntut audit menyeluruh, evaluasi total, dan campur tangan langsung Dirjen Bea Cukai RI untuk mengusut tuntas dugaan kongkalikong dalam penindakan rokok ilegal. ***

Tinggalkan Balasan