Indikasi Pemotongan Dana BOS MAS di Lumajang, Publik Pertanyakan Pengawasan

- Redaksi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Pemotongan dana BOS di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lumajang (diambil dari internet). @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Pemotongan dana BOS di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lumajang (diambil dari internet). @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Indikasi pemotongan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah, termasuk Madrasah Aliyah Swasta (MAS), seharusnya tidak boleh dipotong.

Namun, di Kabupaten Lumajang muncul dugaan praktik pemotongan yang dilakukan melalui mekanisme iuran Kelompok Kerja Madrasah (KKM).

Seorang sumber terpercaya mengungkap adanya pungutan dengan dalih “iuran korwil KKM”.

Bukti berupa kwitansi bernilai puluhan juta rupiah berstempel resmi KKM hingga tagihan kepada sekolah MAS disebut sudah beredar.

“Iuran korwil KKM per siswa 50 ribu, diserahkan ke bendahara umum KKM,” ungkapnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi media Jumat (29/8/2025) Kasi Penma Kemenag Lumajang, Edy Nanang Sofyan Hadi, yang sebelumnya menjabat Ketua KKMA Lumajang, membantah keras dugaan pemotongan itu.

Baca Juga:  Pelaku Penganiayaan Brutal Dilaporkan ke Polres Pamekasan

Menurutnya, dana BOS tidak bisa dipotong karena langsung masuk ke rekening masing-masing lembaga.

“Yang jelas itu kami tidak berani, karena dana itukan otomatis ke rekening sekolah, kami hanya mengawal bagaimana BOS REG ini pencairan itu tepat,” jelasnya.

“Kita gak berani kalau ada istilahnya BOS Reg ini dipotong untuk ini, gak berani kita. Yang jelas di tingkat kabupaten itu tidak ada yang namanya pemotongan BOS Reg. Kita akan kroscek data juga,” tambahnya.

Ia menegaskan, tidak pernah ada instruksi dari tingkat kabupaten untuk melakukan pemotongan BOS Reg.

Baca Juga:  Mayat Tangan Terikat Gegerkan Warga Jabung Malang

Dana BOS, katanya, harus dijaga penggunaannya karena menyangkut berbagai program, termasuk peningkatan kompetensi guru.

Meski demikian, realitas di lapangan masih menimbulkan tanda tanya. Beberapa kepala sekolah MAS mengaku tetap merasakan adanya praktik pemotongan.

Bahkan, beredar kabar bahwa setiap akhir tahun ajaran, seluruh kepala sekolah MAS bersama pejabat Kemenag menggelar kegiatan wisata ke luar daerah dengan memanfaatkan dana yang dikumpulkan dari sekolah.

Kondisi tersebut membuat publik meragukan konsistensi pengawasan penggunaan dana BOS, khususnya di tingkat kabupaten.

Pemotongan dana BOS madrasah jelas bertentangan dengan kebijakan nasional. Instruksi Presiden (Inpres) dan juknis penggunaan BOS menegaskan bahwa dana tersebut harus digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Baca Juga:  LPG Subsidi Diduga Dikuasai Mafia Agen, Pemkab Sumenep Abaikan Seruan Said Abdullah

Jika dipotong, dampaknya bisa serius, mengganggu operasional sekolah, termasuk kegiatan pembelajaran dan administrasi.

Kemudian, menyulitkan pembayaran insentif guru, terutama di madrasah swasta yang sangat bergantung pada dana BOS.

Bahkan, menimbulkan potensi penyalahgunaan anggaran, karena dana yang keluar tidak tercatat dalam laporan resmi BOS.

Dengan indikasi pemotongan Dana BOS atau praktik pungutan terselubung dan dugaan pemanfaatan untuk kepentingan di luar pendidikan, kasus ini patut menjadi perhatian serius aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dan aparat penegak hukum. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru