SUMENEP, NEWS9 – Keputusan tak lazim diambil Tim Putri Arya Wiraraja Universitas Wiraraja (Unija) dalam perjalanan mereka di ajang PBVSI Cup I 2026 di Protec Studium Ambunten.
Di tengah ketatnya persaingan dan keberadaan sejumlah pemain yang lebih senior, tim yang lahir dari lingkungan kampus tersebut justru mempercayakan posisi kapten kepada seorang pemain yunior yang masih sangat muda, Clara Maharaja.
Keputusan itu menjadi salah satu warna menarik dalam perjalanan Tim Putri Arya Wiraraja Unija. Sebab, dalam pertandingan bolavoli, posisi kapten umumnya dipercayakan kepada pemain yang lebih senior, berpengalaman, atau dianggap memiliki pengaruh kuat di dalam tim. Namun, Unija memilih jalan berbeda dengan memberikan kepercayaan tersebut kepada Clara.
Kepercayaan itu seolah menjadi gambaran DARI filosofi pembinaan yang selama ini dikembangkan Arya Wiraraja Unija: memberikan ruang kepada generasi muda untuk tumbuh, dipercaya, dan belajar memimpin sejak dini.
Keputusan tersebut semakin bermakna setelah Clara bersama rekan-rekannya berhasil membawa Tim Putri Arya Wiraraja Unija meraih kemenangan atas Tim Putri Trunojoyo, salah satu tim kuat asal Kecamatan Kota, pada Kamis malam (6/8/2026).
Kemenangan tersebut memastikan Unija melaju ke babak empat besar atau semifinal PBVSI Cup I 2026.
Lebih istimewa lagi, Arya Wiraraja Unija menjadi satu-satunya tim asal Kecamatan Batuan yang masih bertahan dalam perebutan gelar juara.
Di balik keberhasilan tersebut terdapat karakter yang menjadi pembeda Arya Wiraraja Unija.
Tim ini bukan sekadar klub bolavoli yang mengejar kemenangan, tetapi lahir dari lingkungan Universitas Wiraraja, kampus yang selama ini dikenal sebagai salah satu tempat tumbuhnya para cendekiawan Madura.
Identitas akademik tersebut ikut memengaruhi cara Unija membangun tim.
Para pemain tidak hanya dipandang sebagai atlet yang harus mampu memenangkan pertandingan, tetapi juga sebagai generasi muda yang harus tumbuh dengan pendidikan, karakter, disiplin, dan rasa percaya diri terhadap potensi daerah sendiri.
Arya Wiraraja Unija memilih untuk memberikan ruang yang besar kepada talenta-talenta muda potensial daerah.
Mereka tidak menjadikan nama besar atau status senioritas sebagai satu-satunya ukuran untuk memberikan kepercayaan. Clara adalah salah satu contoh nyata dari keberanian tersebut.
Menjadikan pemain yunior sebagai kapten tentu bukan keputusan tanpa risiko.
Seorang kapten dituntut mampu berkomunikasi, menjaga konsentrasi tim, membangun semangat rekan-rekannya, dan mengambil tanggung jawab ketika pertandingan berada dalam situasi sulit.
Namun, justru melalui pengalaman tersebut Clara ditempa. Ia tidak hanya belajar bagaimana menjadi pemain yang baik, tetapi juga belajar bagaimana memimpin pemain yang sebagian memiliki pengalaman lebih banyak darinya.
Filosofi seperti inilah yang membuat perjalanan Arya Wiraraja Unija menjadi menarik. Regenerasi tidak berhenti pada mencari pemain muda, tetapi juga memberikan kepercayaan nyata kepada mereka.
Tim Putri Arya Wiraraja Unija selama ini dibina oleh Dr. Zein, dengan Habib Rahman, S.Pd. sebagai pelatih dan Isyanto, M.Pd. sebagai manajer tim.
Mereka membangun tim dengan semangat pembinaan jangka panjang, dengan tetap menjadikan prestasi sebagai bagian penting dari proses.
Bagi Unija, keberhasilan melaju ke semifinal bukan semata-mata tentang kemenangan di lapangan.
Ada pesan yang ingin ditunjukkan bahwa talenta muda daerah layak mendapatkan kepercayaan dan kesempatan untuk berkembang.
Dari lingkungan kampus Cemara, kampus para cendekiawan Madura, Arya Wiraraja Unija mencoba mempertemukan dunia pendidikan dengan olahraga.
Para pemain muda tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi atlet, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki karakter, kemampuan memimpin, dan keberanian bermimpi besar.
Clara Maharaja pun akhirnya menjadi simbol dari keberanian tersebut. Seorang pemain yang masih sangat muda, tetapi dipercaya memimpin tim yang dihuni pula oleh pemain-pemain yang lebih senior.
Sebuah keputusan yang mungkin tidak lazim dalam pertandingan bolavoli, tetapi justru menunjukkan keyakinan Arya Wiraraja Unija bahwa masa depan tidak cukup hanya dipersiapkan—masa depan harus mulai diberi kepercayaan sejak sekarang. ***
Penulis : Ifal
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9









