SUMENEP, NEWS9 – Kunjungan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Novianto ke Kabupaten Sumenep mendadak menuai sorotan tajam.
Kedatangan orang nomor satu di Polda Jatim itu dipicu temuan dugaan kokain seberat 27,83 kilogram di pesisir Kecamatan Giligenting.
“Kapolda Jatim sudah tiba di Bandara Trunojoyo, silakan merapat ke Aula Sanika Satyawada Polres Sumenep,” ujar Kompol Widiarti, Plt Humas Polres Sumenep, dalam keteranganya, Selasa (14/4).
Ironisnya, penyambutan meriah dari jajaran Polres Sumenep justru menimbulkan kesan berlebihan seolah keberhasilan besar telah diraih.
Padahal, masyarakat mempertanyakan apakah itu benar prestasi, atau sekadar panggung seremonial.
Di balik gegap gempita itu, realitas berbeda justru mencuat dari wilayah kepulauan.
Peredaran narkoba di Masalembu disebut-sebut semakin menggila dan tak tersentuh hukum.
Aktivitas keluar-masuk barang haram di wilayah tersebut berlangsung terang-terangan, tanpa tindakan berarti dari aparat, mulai tingkat Polsek hingga Polres.
“Pulau Masalembu terlalu kecil jika alasan penegakan hukum sulit dilakukan. Ada lima nama yang disebut-sebut sebagai bandar, yakni berinisial H, A, P, S, dan DM. Tapi sampai hari ini tidak ada yang berani mengungkap dari mana asal barang itu dan siapa saja yang terlibat,” tegas Ruspandi. Selasa (14/4).
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Ia menilai, mustahil jaringan narkoba bisa bergerak leluasa tanpa adanya pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan oknum aparat.
“Jika tidak, mengapa praktik narkoba ini seolah kebal hukum,” tegasnya.
Lebih jauh, dia mulai mencium adanya kejanggalan. Saat kokain di Giligenting dipamerkan, Masalembu justru seperti zona aman bagi peredaran narkoba.
Menurutnya, tidak ada operasi besar, tidak ada penangkapan signifikan, bahkan nyaris tidak terdengar upaya serius penindakan.
“Jangan-jangan Masalembu dijadikan jalur atau pusat distribusi narkoba. Faktanya, barang haram itu masih beredar bebas dan tidak pernah disentuh aparat penegak hukum. Pertanyaannya, ada apa dengan Kapolres Sumenep. Bahkan Kapolda Jatim bisa saja terlena oleh laporan yang menyebut Sumenep seolah bersih dari narkoba,” tandasnya. ***













>