SUMENEP, NEWS9 – Kapolres Sumenep yang baru, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan silaturahmi dengan Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Senin (26/1/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penguatan kemitraan strategis antara Polri dan organisasi kemasyarakatan keagamaan di tingkat daerah.
Silaturahmi yang semula direncanakan berlangsung di kediaman Dr. Zein di Perum Prisma Agung, Kolor, Kota Sumenep, akhirnya dialihkan ke Mapolres Sumenep.
Perubahan lokasi tersebut terjadi lantaran pada waktu yang sama Dr. Zein menghadiri agenda akademik penutupan Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiraraja di Mapolres Sumenep, yang mayoritas pesertanya merupakan anggota Polri.
Pertemuan pun diagendakan secara resmi oleh Humas Polres Sumenep dan berlangsung di ruang kerja Kapolres.
Dalam pertemuan tersebut, AKBP Anang Hardiyanto didampingi sejumlah pejabat utama Polres Sumenep, di antaranya Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, serta jajaran Humas.
Sementara Dr. Zein hadir bersama Gus Tomy, Kepala Kantor PDM Sumenep, dan Oos Ariyanto, S.H., M.H., Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Sumenep.
Kapolres Sumenep menegaskan pentingnya membangun hubungan kemitraan yang substantif dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan besar seperti Muhammadiyah.
Menurutnya, peran ormas keagamaan sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, serta mendorong pendekatan penegakan hukum yang lebih humanis.
“Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia memiliki keunggulan historis dan struktural. Corak Islam Berkemajuan yang diusungnya rasional, inklusif, serta berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan sosial menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi dengan institusi negara, termasuk Polri,” ujarnya.
Kapolres juga menyoroti kuatnya basis amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial yang dinilai mampu memperkuat sinergi dalam menciptakan ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, sosok Dr. Zein dikenal luas tidak hanya sebagai pimpinan Muhammadiyah di tingkat daerah, tetapi juga sebagai akademisi hukum yang aktif dalam diskursus publik.
Konsistensinya dalam isu keadilan, hak asasi manusia, dan reformasi hukum menjadikannya figur strategis dalam menjembatani kepentingan negara dengan aspirasi masyarakat sipil.
Dalam konteks tersebut, silaturahmi itu tidak berhenti pada tataran seremonial.
Pertemuan itu mencerminkan kesadaran bersama bahwa kemitraan antara Polri dan ormas keagamaan harus dibangun di atas dialog yang setara, saling percaya, serta komitmen kebangsaan yang kokoh.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sekaligus menjaga kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.
Pertemuan antara Kapolres Sumenep dan Ketua PDM Sumenep itu menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan kolaboratif antara negara dan masyarakat sipil khususnya ormas Islam moderat tetap relevan dan strategis dalam merawat demokrasi, supremasi hukum, dan ketertiban sosial, baik di tingkat lokal maupun nasional. ***













>