BeritaHukrim

Kepercayaan Terkikis: Nelayan Pilih Koramil, Bukan Polsek, Usai Temukan 35 Kg Sabu di Masalembu

381
×

Kepercayaan Terkikis: Nelayan Pilih Koramil, Bukan Polsek, Usai Temukan 35 Kg Sabu di Masalembu

Sebarkan artikel ini
FOTO: (ilustrasi) Penemuan drum berisi sabu memilih melapor ke Markas Koramil, bukan ke Polsek Masalembu. @by_News9.id
FOTO: (ilustrasi) Penemuan drum berisi sabu yang dilaporkan ke Markas Koramil, bukan ke Polsek Masalembu. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Penemuan narkoba di perairan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, pada 28 Mei 2025 lalu, masih menyisakan tanya besar di tengah masyarakat.

Sebanyak 35 kilogram sabu-sabu ditemukan oleh para nelayan setempat di laut lepas Masalembu, fakta itu sekaligus menjadi alarm betapa rentannya jalur laut Indonesia dijadikan lintasan barang haram.

Ruspandi, pengamat sosial dan pemerhati masalah kepulauan, menyoroti tajam bagaimana nelayan yang menemukan drum berisi sabu itu justru memilih melapor ke Markas Koramil, bukan ke Polsek Masalembu.

Keputusan itu membuka fakta di lapangan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi Polri di wilayah tersebut diduga mulai luntur.

“Kalau nelayan lebih memilih menyerahkan barang bukti ke Koramil, artinya mereka sudah tidak yakin Polsek akan menindak transparan,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).

Dugaan itu diperkuat dengan adanya penyerahan sabu secara diam-diam di depan Markas Koramil oleh warga Masalembu, yang membungkus barang bukti hingga 10 kilogram ke dalam karung.

Fenomena tersebut menampar keras citra Polsek Masalembu.

Publik menilai integritas dan akuntabilitas kinerja kepolisian di pulau terpencil itu perlu dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan hanya seremoni belaka.

Apalagi, lokasi penemuan sabu berada tak jauh dari kantor Polsek.

Ironisnya, tidak ada tanda-tanda tindakan tegas untuk mengusut siapa pemilik barang haram tersebut.

Ruspandi menilai, acara seremoni bertema anti narkoba yang melibatkan banyak stakeholder di Pulau Masalembu hanya jadi ‘oplosan pencitraan’.

“Kalau ujung-ujungnya hanya seremonial, publik makin tak percaya. Penindakan di lapangan lah yang dibutuhkan. Jangan biarkan Masalembu jadi jalur empuk peredaran sabu,” tegasnya.

Kini, yang ditunggu masyarakat Masalembu bukan sekadar janji, tetapi kerja nyata Polri membongkar jaringan di balik 35 kilogram sabu yang nyaris lolos di laut Masalembu, demi memulihkan kepercayaan publik yang semakin tipis. ***

Tinggalkan Balasan

>