SUMENEP, NEWS9 – Kondisi jalan rusak di Dusun Koplong, Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, kembali memicu kemarahan warga setempat.
Pasalnya, jalan berlubang dan hancur parah itu dinilai menjadi bukti nyata mandeknya penggunaan Dana Desa yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Seorang warga setempat mengungkapkan kekecewaannya lantang menyebut jalan yang dibangun pemerintah desa hanya rapi di bagian pintu masuk kampung.
Namun, kata warga perempuan, semakin menuju ujung jalan, kondisinya justru berubah memprihatinkan.
“Jalan yang dibangun pemerintah desa hanya bagian depan. Begitu ke arah ujung, jalannya hancur. Padahal anggaran Dana Desa miliaran sudah cair. Tidak ada progres perbaikan, dibiarkan rusak begitu saja,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Warga lain menambahkan, kelambanan pemerintah desa seolah disengaja.
Saat musim hujan, lubang-lubang besar dipenuhi air sehingga membahayakan pengendara.
“Kalau hujan, banyak genangan. Orang takut lewat karena bisa jatuh. Ini yang sangat dikhawatirkan warga,” tegasnya.
Lebih ironis lagi, kualitas pengerjaan jalan tidak merata.
Bagian utama terlihat cukup baik, tetapi di ujung jalan kualitasnya sangat buruk hingga kini hancur total.
Mereka menilai Dana Desa yang seharusnya menjadi harapan untuk pembangunan terutama di daerah pelosok justru “redup” karena diduga ditutupi manajemen buruk pemerintah desa.
Mekanisme pengawasan dari tingkat kecamatan hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dianggap tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Diberitakan sebelumnya, di Dusun Jandir, Desa Batang-Batang Laok, juga terlihat jalan rusak parah yang dibiarkan bertahun-tahun.
Nemun, Kepala Desa Batang-Batang Laok, Haris, menyebut wilayah Dusun Jandir luas sehingga perlu dipastikan titik mana yang dimaksud.
“Dusun Jandir ini lebar, Mas. Setiap dusun tiap tahun pasti ada pekerjaan,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (3/12/2025).
Saat ditanya lokasi pasti kerusakan, Haris mengakui adanya jalan rusak, namun membantah bahwa kondisinya parah.
“Iya ada jalan rusak, tapi bukan rusak parah. Di pinggir sawah itu. Sudah kami ukur untuk anggaran tahun 2026,” dalihnya.
Sementara pengakuan kepala desa itu justru memantik kekecewaan baru.
Berdasarkan pantauan warga, kondisi jalan sangat jauh dari klaim pemerintah desa.
Kerusakan berat terlihat jelas dibeberapa titik dan diduga sudah bertahun-tahun tanpa tindakan nyata.
Mereka menganggap Kades Batang-Batang Laok tidak mampu mengurus Infrastruktur desa.
“Kami berharap pemerintah kecamatan hingga kabupaten turun tangan untuk memastikan penggunaan Dana Desa tepat sasaran dan tidak berhenti pada janji semata,” tandas warga. ***













>