Kontemplasi, Visioning Radio Indonesia dalam Siklus, Diantara Fenomena Social Media Fatique dan Analog Revival 

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (istimewa) Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

FOTO: (istimewa) Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

“Kacamata Aries Widojoko”

OPININEWS9 – “Radio, memangnya masih ada yang dengar dan efektif ??”. Komentar itu yang sering didengar di negara ini.

Eksistensi radio di Indonesia sering dipandang berada dalam siklus yang terjepit di antara disrupsi teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.

Banyak anggapan dari kalangan ‘awam’, apatis bahkan anti-detail bahwa radio akan punah tergilas algoritma media sosial dan platform streaming.

Yang unik atau aneh, ada beberapa platform (Spotify, YTmusic dan lain – lain) yang membuat menu dengan nama “RADIO” padahal isinya sekedar playlist lagu yang ready to play atau costum. Ini bisa membuat persepsi atau pengertian tentang media radio yang sebenarnya jadi ‘kacau”.

Baca Juga:  Marjinalisasi Hukum di Wilayah Kepulauan: Potret Sengkarut Tata Kelola Menara Tbk

Dilihat dari fenomena global, pandangan bahwa radio sudah tidak ‘seksi’ tampak terlalu sempit dan mengabaikan nilai fundamental dari media audio.

Di negara-negara maju, frekuensi FM dan bahkan AM terbukti tetap tangguh, contohnya di Amerika, Inggris, Australia dan lainnya bahkan di negara – negara benua Asia.

Mungkin spontan dikomentari “ahh .. yang suka pasti pada tua tua”.. kita Cek Fakta menarik ; Generasi Z di negara negara yang saya tulis diatas tadi justru mulai kembali melirik radio sebagai pelarian dari kejenuhan media sosial (social media fatigue).

Analisisnya, karena media Radio menawarkan kurasi manusia yang autentik, sesuatu yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh kurasi mesin (kecuali anda memilih “mengabdi” pada mesin / AI).

Baca Juga:  Pakar Media dan SDM Rekomendasikan E-book "Yudi The Connector" Sebagai Peta Menuju Kebahagiaan

Di Indonesia sendiri, praktisi radio saat ini sebenarnya sedang berada dalam fase transisi, bukan eliminasi.

Kekuatan radio terletak pada sifatnya yang lokal, personal, dan intim. Ketika masyarakat jenuh dengan visual yang menuntut perhatian penuh, radio hadir sebagai pendamping setia tanpa beban digital yang melelahkan.

Berdasarkan data terbaru tahun 2025, fenomena Gen Z kembali mendengarkan radio lewat AM/FM yang sering disebut sebagai “analog revival” terjadi di beberapa negara dengan alasan yang cukup unik :

– Keinginan untuk lepas dari algoritma yang hanya dikenalikan oleh robot atau Artificial Intelegent

– Kebutuhan akan koneksi manusia yang nyata.

Baca Juga:  Ketika Penis Patung Lebih Berguna daripada Pena Wartawan

– Keinginan diam, tenang dan mendengarkan untuk dapat ide inspirasi dari pikiran sendiri.

Jadi, selama praktisi radio di Indonesia mampu menjaga kualitas konten dan koneksi emosional dengan pendengarnya, radio tidak akan hilang tapi hanya berganti baju, menyesuaikan diri dengan perangkat baru, namun tetap membawa jiwa yang sama, yaitu suara yang menghubungkan manusia.

Tapi bagaimana dengan regulasi yang mengatur tentang media radio di Indonesia ?? … kata Ebiet G Ade ; “mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang”. Tapi yang pasti “Radio, someone still love you” kata Queen.

(Oleh : Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPMPraktisi, pengajar media Radio & SDM)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak
Penjahat Bernama Prabowo
Marjinalisasi Hukum di Wilayah Kepulauan: Potret Sengkarut Tata Kelola Menara Tbk
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:47 WIB

Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:45 WIB

MBG: Malaikat Berjubah Gelap

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:52 WIB

Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak

Berita Terbaru

FOTO : Diskominfo Kabupaten Sumenep, bersama jajaran Diskominfo Kabupaten Sampang. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Diskominfo Sumenep dan Sampang Siap Replikasi Inovasi Daerah

Rabu, 5 Agu 2026 - 00:09 WIB

FOTO: Wabup Sumenep KH Imam Hasyim (kanan), Sekdakab Agus Dwi Saputra (tengah), dan Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto (kiri), pada evaluasi SAKIP 2026, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Birokrasi Berbasis Kinerja

Selasa, 4 Agu 2026 - 06:33 WIB