SUMENEP, NEWS9 – Potret buram dunia pendidikan di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, kembali mencuat.
SDN Angkatan III di Dusun Laok Songai, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, ambruk sejak setengah bulan lalu.
Ironisnya, hingga hari ini tidak ada langkah nyata dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep untuk melakukan penanganan.
Bangunan sekolah yang telah lama rapuh akhirnya runtuh, menyisakan ketakutan sekaligus kemarahan warga.
Puluhan siswa yang biasa belajar di ruang tersebut kini tidak memiliki tempat belajar yang layak.
Warga juga mengungkapkan, kondisi bangunan sudah lama mengkhawatirkan.
“Ini sudah seperti bom waktu. Seharusnya pemerintah sudah tahu sejak awal, tapi alarm bahaya ini tidak pernah mereka dengar,” ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Angkatan, inisial S, dengan nada kesal (17/11/25).
Yang membuat warga semakin kecewa, setelah bangunan sekolah tersebut ambruk, tidak ada tindak lanjut cepat.
Tidak ada rehabilitasi darurat, tidak ada ruang belajar pengganti, bahkan sekadar inspeksi pun tak kunjung dilakukan.
“Seakan-akan kalau sudah bicara soal kepulauan, semuanya dianggap wajar dibiarkan rusak,” tambahnya.
Akibat kelalaian tersebut, siswa terpaksa belajar dalam kondisi darurat.
Sementara pemerintah daerah dinilai bergerak dengan ritme yang sangat lambat, bahkan nyaris tanpa sensitivitas terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat kepulauan.
Masyarakat Kangean menilai Disdik Sumenep kurang memberikan perhatian terhadap pendidikan di wilayah kepulauan wilayah yang sejak lama tertinggal dibandingkan daratan.
Minimnya inspeksi rutin, lambannya respon, dan absennya langkah konkret memperkuat dugaan bahwa pendidikan kepulauan bukan prioritas.
“Sekolah ini tempat masa depan anak-anak kami. Kalau sudah ambruk begini, pemerintah mau tunggu apa lagi?” keluh warga lainnya.
Kejadian ambruknya SDN Angkatan III menambah daftar panjang sekolah rusak di Kepulauan Kangean yang tak tersentuh perbaikan.
Bila dibiarkan, bukan hanya bangunan yang hancur, namun juga masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Sementara itu, upaya konfirmasi media kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, guna meminta klarifikasi belum membuahkan hasil hingga berita ini diterbitkan. ***













>