BeritaPeristiwa

Mafia BBM Ilegal Bebas Beroperasi di Depan Markas Resmob Polres Sumenep

1327
Mafia BBM Ilegal Bebas Beroperasi di Depan Markas Resmob Polres Sumenep
FOTO: (ilustrasi) Aktivitas pengurasan solar subsidi itu berlangsung terang-terangan di depan Markas Resmob Polres Sumenep, tanpa hambatan, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Praktik mafia BBM ilegal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga kini berjalan mulus.

Ironisnya, aktivitas pengurasan solar subsidi itu berlangsung terang-terangan di depan Markas Resmob Polres Sumenep, tanpa hambatan, pada Sabtu (27/12/2025) dini hari sekitar pukul 01.22 WIB.

Seperti di ketahui Kegiatan tersebut di SPBU 54.694.08, milik BUMD Kabupaten Sumenep yang berlokasi di Jalan Arya Wiraraja, Desa Gedungan, Kecamatan Kota Sumenep.

Pantauan media ini di lapangan, praktik pengisian BBM Ilegal itu berjalan mulus, tanpa pengawasan aparat kepolisian meski SPBU itu lokasinya satu halaman dengan markas Resmob Polres Sumenep, seolah para pelaku berada di zona aman dan di lindungi oleh Aparat Penegak Hukum.

Situasi itu kian memperkuat dugaan publik adanya pembiaran sistematis dari level Pimpinan Aparat Penegak Hukum, bahkan memunculkan spekulasi tentang dugaan setoran rutin (upeti) kepada oknum Satreskrim Polres Sumemep.

Dugaan tersebut bukan tanpa dasar, mengingat kelangkaan solar subsidi di Sumenep terus berulang, sementara praktik penyelewengan justru berlangsung bebas.

Padahal, dampak dari kelangkaan BBM subsidi sangat dirasakan oleh nelayan, pelaku Travel dan UMKM, petani, serta sektor transportasi kecil yang menggantungkan hidupnya pada solar bersubsidi.

Berdasarkan hasil observasi lapangan mengungkap modus pengisian yang terbilang licik.

Sebuah kendaraan pengangkut sengaja diparkir di nosel bertuliskan Dexlite, sementara jerigen-jerigen justru diisi dari nosel khusus solar subsidi.

Cara itu diduga kuat untuk mengelabuhi pengawasan sekaligus memanipulasi distribusi BBM agar tidak terdeteksi secara kasat mata.

Pantauan media ini juga mencatat, solar subsidi diangkut menggunakan mobil pikap L300 warna hitam dalam jumlah besar.

Aktivitas tersebut berlangsung tanpa rasa khawatir, seolah telah menjadi rutinitas yang aman dari sentuhan hukum.

Tak berhenti di satu lokasi, praktik pengisian solar subsidi menggunakan jerigen dalam jumlah masif masih ditemukan di hampir seluruh SPBU di wilayah Sumenep.

Fakta itu mengindikasikan adanya jaringan mafia BBM yang terorganisir dan bekerja secara sistematis.

Sejumlah warga menilai, sangat mustahil pihak SPBU berani melayani pengisian solar subsidi dengan kapasitas besar menggunakan jerigen tanpa adanya pihak yang membekingi.

“Kalau tidak ada yang membekingi, mustahil SPBU berani main-main dengan solar subsidi. Pasti ada orang kuat di belakang permainan ini. Jangan-jangan memang dibekingi level pimpinan di Polres Sumenep,” ujar warga, Sabtu (26/12).

“Kondisi ini membutuhkan penanganan serius dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum serta Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pembiaran yang terus berulang hanya akan memperkuat persepsi publik bahwa hukum tak berdaya di hadapan mafia BBM,” tegasnya menambahkan.

Di tengah jeritan masyarakat akibat kelangkaan solar subsidi, negara dinilai gagal memutus mata rantai kejahatan yang semakin merajalela.

“Kalau sudah berani di depan markas polisi, berarti ada yang salah. Entah hukum yang tumpul atau ada yang ikut bermain,” ujar BE (inisial), Minggu (28/12/2025).

Situasi tersebut menjadi ujian serius bagi institusi Polri, khususnya Polres Sumenep.

Publik menunggu sikap tegas, bukan sekadar klarifikasi normatif. Penindakan nyata dan transparan menjadi satu-satunya cara untuk memulihkan kepercayaan publik yang kian tergerus.

“Jika mafia BBM ilegal dibiarkan terus merajalela di depan mata aparat, maka wajar bila publik bertanya siapa sebenarnya yang dilindungi negara, rakyat atau mafia,” pungkas BE. ***

2

Exit mobile version