BeritaHukrim

Masalembu Darurat Narkoba, Zona Hitam di Tengah Laut Madura

459
×

Masalembu Darurat Narkoba, Zona Hitam di Tengah Laut Madura

Sebarkan artikel ini
Foto: Komferensi pers pengamanan barang diduga narkotika jenis sabu kurang lebih 35 kilogram oleh warga di perairan barat daya Pulau Masalembu. @by_News9.id
Foto: Press Release pengamanan barang diduga narkotika jenis sabu kurang lebih 35 kilogram oleh warga di perairan barat daya Pulau Masalembu. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan usai penemuan dan pengamanan barang diduga narkotika jenis sabu kurang lebih 35 kilogram oleh warga di perairan barat daya Pulau Masalembu.

Penemuan itu membuka kembali luka lama. Pulau Masalembu kini disebut-sebut sebagai “zona hitam” peredaran narkoba di wilayah kepulauan Madura.

Sunarto, salah satu warga Pulau Masalembu, dengan tegas menyatakan bahwa peredaran narkoba di wilayahnya semakin hari kian menggila.

“Dari dulu sampai sekarang, pengguna dan pengedarnya makin meningkat. Masalembu bukan lagi zona merah, ini sudah jadi zona hitam,” tegasnya, Senin (2/6/2025).

Menurut Sunarto, jual beli narkoba di pulau itu telah menyerupai pasar ikan terbuka, vulgar, dan tanpa rasa takut.

“Tak ada yang ditakuti. Seolah-olah hukum tak berlaku di sini. Integritas aparat penegak hukum di wilayah Sumenep, khususnya untuk kawasan kepulauan, sungguh tumpul,” keluhnya.

Masyarakat Masalembu kini dilanda keprihatinan dan kegelisahan mendalam.

Ia menyayangkan minimnya tindakan tegas dari aparat kepolisian, baik dari Polres Sumenep maupun Polda Jawa Timur.

Bahkan, dirinya menilai situasi tersebut tragis dan bisa menghancurkan masa depan generasi muda Masalembu.

“Kalau ini dibiarkan terus-menerus, generasi penerus bangsa dari pulau kami akan hancur. Narkoba sudah seperti jualan sembako, terbuka dan tanpa malu. Ini adalah musuh negara, dan harus dibasmi sampai ke akar,” kata Sunarto.

Masyarakat berharap penuh agar Kapolri, Kapolda Jawa Timur, dan Kapolres Sumenep serta BNN segera turun langsung ke Pulau Masalembu untuk menangani darurat narkoba tersebut.

Melalui News9.id, Sunarto mendesak tindakan konkret, bukan hanya wacana atau kunjungan seremonial.

“Kalau tidak ada atensi serius dari pimpinan kepolisian, jangan harap ada masa depan cerah untuk anak-anak kami,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

>