BeritaPeristiwa

MBG Darul Arqom di Lenteng Barat Diduga Sajikan Makanan Berjamur ke Anak Sekolah

115
×

MBG Darul Arqom di Lenteng Barat Diduga Sajikan Makanan Berjamur ke Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini
MBG Darul Arqom di Lenteng Barat Diduga Sajikan Roti Berjamur ke Anak Sekolah
FOTO: Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh dapur Yayasan Darul Arqom Batukerpuy di Desa Lenteng Barat. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini menuai sorotan.

Alih-alih meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, program tersebut justru diduga menyajikan makanan tidak layak konsumsi.

Temuan makanan berjamur dan berbau busuk dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa memicu kemarahan wali murid.

Peristiwa itu terjadi pada dapur umum MBG yang dikelola Yayasan Darul Arqom Batukerpuy di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng.

Program yang seharusnya menjamin makanan bergizi dan berkualitas bagi anak sekolah justru dipertanyakan standar mutunya.

Dugaan minimnya pengawasan dalam proses distribusi makanan pun mencuat.

Sejumlah wali murid dari berbagai lembaga atau Madrasah menilai kualitas makanan yang diberikan jauh dari standar kelayakan.

Mereka bahkan menduga adanya permainan anggaran sehingga bahan baku yang digunakan berkualitas rendah.

“Ini sangat merugikan anak-anak kami. Gizi yang seharusnya menunjang kesehatan dan kecerdasan justru dipertaruhkan dengan makanan berjamur,” ujar seorang wali murid berinisial S, Kamis (5/3/2026).

Kepada media ini, Ia mengatakan program makan gratis tidak boleh dijalankan secara serampangan.

Menurutnya, kesehatan dan masa depan anak bangsa tidak boleh dikorbankan hanya karena proyek yang dikelola tanpa tanggung jawab.

“Kecerdasan anak lebih berharga daripada proyek MBG. Jangan rusak masa depan mereka hanya karena makanan yang bau dan berjamur,” tegasnya.

Kemarahan wali murid semakin memuncak karena kasus serupa disebut bukan pertama kali terjadi.

Mereka bahkan mendesak agar program MBG di Desa Lenteng Barat dihentikan sementara hingga ada perbaikan serius dalam pengelolaannya.

“Hentikan dulu program MBG di Lenteng Barat. Sudah beberapa kali makanan yang dibagikan tidak layak. Jangan beri anak bangsa makanan busuk. Kami butuh pendidikan berkualitas, bukan makanan yang bau,” lanjutnya.

Sejumlah pihak menilai munculnya makanan berjamur merupakan indikator lemahnya pengawasan kualitas bahan baku dan pengolahan makanan.

Penggunaan bahan murah serta manajemen dapur yang asal jadi diduga menjadi penyebab utama.

Sementara itu, pihak pengelola MBG di Yayasan Darul Arqom Batukerpuy hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi.

Upaya konfirmasi kepada penanggung jawab dapur umum tersebut juga belum membuahkan hasil. ***

Tinggalkan Balasan

>