Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Misteri Kematian Pelajar di Mojokerto: Ibu Tak Terima, LBH Ansor Turun Tangan - News 9
BeritaHukrim

Misteri Kematian Pelajar di Mojokerto: Ibu Tak Terima, LBH Ansor Turun Tangan

411
×

Misteri Kematian Pelajar di Mojokerto: Ibu Tak Terima, LBH Ansor Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Orang tua korban berasama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. @by_News9.id
FOTO: Orang tua korban berasama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. @by_News9.id

MOJOKERTO, NEWS9 – Duka mendalam menyelimuti keluarga Muhammad Afan, siswa SMK Raden Rahmat Mojosari, yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Brantas pada Senin, 5 Mei 2025.

Kepergian Afan yang penuh kejanggalan memicu seruan keadilan dari keluarga dan masyarakat.

Meskipun peristiwa memilukan itu telah berlalu lebih dari sebulan, keluarga korban masih belum mendapatkan jawaban memuaskan dari pihak berwenang.

Untuk menempuh langkah hukum, mereka kini menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa penjelasan dari penyidik Polres Mojokerto belum mampu menjawab pertanyaan mendasar terkait kematian Afan.

Beberapa fakta di lapangan dinilai tidak sejalan dengan keterangan resmi, mulai dari lokasi penemuan jenazah, estimasi waktu kematian, hingga kondisi fisik Afan saat ditemukan.

“Saya tidak bisa menerima ini begitu saja. Anak saya pergi dalam keadaan sehat, tiba-tiba diberi kabar bahwa dia sudah meninggal. Banyak hal yang tidak dijelaskan. Saya tidak akan diam sampai semuanya terang,” ujar sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

Menanggapi permintaan keluarga, LBH Ansor Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan hukum secara penuh.

Ketua LBH Ansor menyebut kematian Afan harus menjadi perhatian serius dari semua pihak.

“Kematian seorang pelajar seperti Afan seharusnya tidak boleh dipandang remeh. Negara harus hadir, dan kepolisian wajib mengusut secara terbuka, jujur, dan tuntas. Jangan sampai keadilan hanya berpihak pada yang kuat, sementara suara ibu yang kehilangan anaknya diabaikan,” tegasnya.

LBH Ansor menyerukan agar penyelidikan kasus tersebut dibuka kembali dengan melibatkan pengawasan internal seperti Wasidik dan Bidpropam.

Keterlibatan publik dan transparansi proses hukum menjadi tuntutan utama untuk menjawab keresahan masyarakat.

Sebelumnya, kronologi peristiwa berdasarkan informasi dari pihak keluarga bahwa pada Jumat, 2 Mei 2025, pagi, ada pertandingan sepak bola antar kelas X dan XI di SMK Raden Rahmat memicu insiden tekling antara Syamsul dan Rifqi, yang berujung tantangan duel.

Pukul 11.00 WIB, usai sekolah, Syamsul bersama Afif, Yusuf, dan Afan menuju lokasi duel di depan Pabrik Sosro, Dusun Mbeduran, Desa Awang-Awang. Rifqi kalah dalam duel tersebut.

Kemudian pukul 23.00 WIB, kakak Rifqi, Syawal, datang ke rumah Syamsul. Kedua belah pihak sepakat berdamai secara lisan.

Pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, Syamsul dan Afan dihampiri kakak kelas bernama Teguh, lalu dibawa oleh Rio (paman Rifqi) ke rumah Rifqi.

Saat tiba di depan rumah, Rio berteriak menantang sambil mencari senjata.

Karena panik, Syamsul dan Afan melarikan diri. Syamsul bersembunyi di tepi Sungai Brantas hingga sore. Ia terakhir melihat Afan dalam kondisi sehat.

Pada Senin, 5 Mei 2025, kabar duka datang. Afan ditemukan meninggal dunia di Sungai Brantas. Sebuah video turut beredar, menunjukkan jasad korban.

Kematian Afan meninggalkan luka mendalam dan sederet pertanyaan yang belum terjawab.

Keluarga dan LBH Ansor menuntut pengusutan secara terbuka dan adil.

Mereka berharap aparat penegak hukum tidak abai terhadap hak-hak warga negara, terutama kaum muda yang seharusnya dilindungi.

“Ini panggilan moral bagi kita semua. Kebenaran tidak boleh dikubur bersama jasad korban,” tutup Ketua LBH Ansor. ***

Tinggalkan Balasan