BeritaDaerah

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif TP di Madiun, Dorong Penguatan Pertahanan dan Ekonomi Kerakyatan

21
×

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif TP di Madiun, Dorong Penguatan Pertahanan dan Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini
Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif TP di Madiun, Dorong Penguatan Pertahanan dan Ekonomi Kerakyatan
FOTO: Pangdam V/Brawijaya, Rudy Saladin, saat meninjau langsung lokasi pembangunan Yonif TP. @by_News9.id

MADIUN, NEWS9 – Panglima Kodam V/Brawijaya, Rudy Saladin, meninjau langsung lokasi yang dipersiapkan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Madiun pada Senin (25/5/2026).

Dalam agenda tersebut, Pangdam didampingi Dandim 0803/Madiun serta Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Pemerintah Kabupaten Madiun bersama jajaran terkait diketahui telah menyiapkan lahan seluas sekitar 50 hektare guna mendukung realisasi proyek strategis nasional tersebut.

Lokasi pembangunan Yonif TP direncanakan berdiri di atas lahan milik Perhutani yang berada di wilayah Desa Kebonagung dan Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Dalam keterangannya, Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa pembangunan Yonif TP di Kabupaten Madiun merupakan bagian dari tahap keempat program pembangunan 17 titik Yonif TP di wilayah kerja Kodam V/Brawijaya.

Ia menilai lokasi yang dipilih sangat representatif karena berada tidak jauh dari pusat pemerintahan dan akses infrastruktur utama.

“Lokasinya sangat strategis dan telah memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Kami berharap keberadaan Yonif TP di Kabupaten Madiun nantinya tidak hanya memperkuat sistem pertahanan wilayah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Pangdam.

Menurutnya, program pembangunan Yonif TP merupakan salah satu langkah strategis TNI Angkatan Darat dalam memperkuat ketahanan teritorial sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.

Kehadiran batalyon baru tersebut diyakini mampu menciptakan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Rudy menjelaskan, pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan bahwa keberadaan satuan militer mampu memicu tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di lingkungan sekitar.

Masyarakat dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan usaha mikro, seperti warung makan, toko kebutuhan harian, hingga jasa penunjang lainnya.

“Dampak ekonominya sangat besar apabila ditata dengan baik. Aktivitas masyarakat akan tumbuh, ekonomi kerakyatan bergerak, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan hingga tingkat desa,” jelasnya.

Selain menekankan aspek pertahanan dan ekonomi, Pangdam juga memberikan target percepatan pembangunan kepada pihak pengembang.

Ia meminta agar empat barak utama prajurit dapat diselesaikan pada minggu kedua Juli 2026 agar segera dapat ditempati personel TNI yang akan bertugas di lokasi tersebut.

“Kami menargetkan minggu kedua Juli 2026 para prajurit sudah mulai masuk untuk mendukung percepatan pembangunan. Mulai besok alat berat sudah dapat diturunkan ke lokasi. Kami juga menginstruksikan agar proyek ini melibatkan dan memberdayakan tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Madiun terhadap pembangunan Yonif TP tersebut.

Ia menilai kehadiran batalyon baru nantinya tidak hanya memperkuat stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Madiun siap bersinergi dengan TNI demi kelancaran seluruh tahapan pembangunan Yonif TP. Kami optimistis keberadaan batalyon ini akan membawa manfaat besar bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

2