BeritaPolitik

Partisipasi Pemilih Menurun di Pilkada Sumenep 2024, KPU Evaluasi dan Susun Strategi Baru

357
×

Partisipasi Pemilih Menurun di Pilkada Sumenep 2024, KPU Evaluasi dan Susun Strategi Baru

Sebarkan artikel ini
Foto: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Hotel El Malik, @by_News9.id
Foto: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Hotel El Malik, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Hotel El Malik, Kepanjin, pada Selasa (25/2/2025) guna mengevaluasi tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024.

Meskipun secara umum Pilkada berlangsung lancar, KPU mencatat adanya penurunan tingkat partisipasi dibandingkan Pilgub Jawa Timur sebelumnya.

Ketua KPU Sumenep, Nurussyamsi, mengakui bahwa salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan pemilu adalah memastikan masyarakat menggunakan hak pilihnya.

Dia menilai bahwa berbagai faktor mempengaruhi tingkat kehadiran pemilih di TPS.

Di sisi lain, Komisioner KPU Sumenep, Malik Mustofa, menjelaskan bahwa salah satu penyebab menurunnya partisipasi adalah jadwal pemilu yang berdekatan.

Setelah mengikuti Pemilu Presiden dan Legislatif di awal tahun, sebagian masyarakat mengalami kejenuhan politik, sehingga kurang termotivasi untuk kembali ke TPS.

Selain itu, evaluasi juga menyoroti kurangnya sosialisasi di beberapa daerah, terutama di wilayah terpencil.

Kelompok pemilih pemula dan masyarakat dengan keterbatasan akses informasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

Sebagai langkah perbaikan, KPU berencana memperkuat efektivitas kampanye pemilu di masa mendatang.

Strategi yang akan diterapkan meliputi pemanfaatan media sosial, sosialisasi tatap muka, serta program edukasi pemilih di sekolah dan komunitas.

Selain pendekatan komunikasi, KPU juga mengkaji kemungkinan perbaikan dalam sistem pemungutan suara agar lebih inklusif bagi kelompok rentan, seperti pemilih disabilitas dan lansia.

Dalam FGD itu, berbagai masukan dari peserta turut mencuat, termasuk perlunya peningkatan fasilitas di TPS agar lebih nyaman dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

KPU menegaskan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik untuk Pilkada dan Pemilu mendatang.

Melalui upaya kolaboratif antara KPU, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan partisipasi pemilih bisa meningkat secara signifikan.

Dengan berbagai strategi yang disiapkan, KPU Sumenep optimistis dapat mendorong keterlibatan pemilih yang lebih luas dalam pesta demokrasi selanjutnya. ***

Tinggalkan Balasan

>