BeritaPeristiwa

Pelanggan Kafanet di Sampang Mengeluh, Jaringan Internet Mati Total Dua Hari

113
Pelanggan Kafanet di Sampang Mengeluh, Jaringan Internet Mati Total Dua Hari
FOTO: (ilustrasi) Laporan gangguan pelanggan jaringan internet Kafanet di Sampang yang dikeluhkan mereka sampaikan tak kunjung ditindaklanjuti. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Keluhan terhadap layanan internet Kafanet mencuat di Kabupaten Sampang.

Sejumlah pelanggan di Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan, menuding kualitas jaringan penyedia jasa internet itu kian memburuk, sementara laporan gangguan yang mereka sampaikan tak kunjung ditindaklanjuti.

Kondisi tersebut dinilai merugikan pelanggan, terutama pelaku usaha yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada koneksi internet.

Gangguan itu kembali terjadi pada Sabtu, (10/1). Gangguan jaringan Kafanet disebut bukan insiden sesaat.

Dalam sebulan terakhir, koneksi internet di Desa Pacanggaan berulang kali terputus, bahkan mati total selama dua hari tanpa kejelasan perbaikan.

Situasi ini memicu keresahan warga sekaligus mempertanyakan tanggung jawab penyedia layanan.

Seorang pengusaha setempat, Abrori, mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah akibat jaringan internet yang tak kunjung pulih.

Menurut dia, usahanya bergantung penuh pada akses internet untuk melayani pelanggan dan mengelola transaksi harian.

“Awalnya saya maklumi karena jaringan masih bisa hidup lagi. Tapi sekarang sudah dua hari mati total dan tidak ada tindakan nyata. Kami rugi besar karena usaha kami sepenuhnya bergantung pada internet,” ujar Abrori saat ditemui di Pacanggaan.

Ironisnya, kata Abrori, para pelanggan justru disiplin dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Warga, imbuh Abrori, nyaris tak pernah menunggak karena khawatir terkena sanksi.

Namun sikap tersebut tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang mereka terima.

“Kami warga tidak pernah telat bayar. Kami selalu rutin dan bertanggung jawab. Tapi Kafanet justru terkesan mengentengkan tanggung jawabnya,” kata dia menambahkan.

Keluhan serupa disampaikan pelanggan lain. Mereka menilai buruknya layanan dan lambannya respons atas laporan gangguan menunjukkan lemahnya komitmen penyedia jasa terhadap konsumen.

Padahal, internet telah menjadi kebutuhan mendasar, bukan sekadar fasilitas tambahan, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Para pelanggan mendesak Kafanet segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan dan menstabilkan jaringan di Desa Pacanggaan.

Mereka menuntut tanggung jawab yang sepadan dengan kewajiban yang selama ini telah mereka penuhi.

“Kami minta Kafanet bertanggung jawab dan memperbaiki layanan mereka. Jangan sampai pelanggan terus dirugikan,” tegas Abrori.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kafanet terkait keluhan pelanggan di Desa Pacanggaan.

Warga berharap ada perbaikan nyata, bukan sekadar janji, agar layanan internet kembali berfungsi normal dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus tersendat. ***

Exit mobile version