BeritaPariwisata

Pembangunan Pariwisata di Lumajang Sebagai Sektor Strategis Penggerak Ekonomi Daerah

134
×

Pembangunan Pariwisata di Lumajang Sebagai Sektor Strategis Penggerak Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Pariwisata di Lumajang Sebagai Sektor Strategis Penggerak Ekonomi Daerah
FOTO: Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Patria Dwi Astiadi. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Pembangunan pariwisata di Kabupaten Lumajang sebagai sektor strategis penggerak ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang semakin diperkuat, komitmen tersebut tercermin dalam Travel Agent Gathering dan Fam’s Trip yang digelar di Aston Inn Lumajang dengan menghadirkan sekitar 50 travel agent dari berbagai daerah di Indonesia, Selasa (27/01/2026).

Kegiatan itu tidak sekadar agenda pertemuan pelaku wisata, namun menjadi langkah konkret memperluas akses pasar bagi destinasi Lumajang agar masuk dalam arus utama pergerakan wisata nasional.

Dengan mempertemukan pelaku industri perjalanan, dunia usaha, dan pemerintah, Lumajang membangun satu kesamaan persepsi: pariwisata harus dikelola secara profesional, terukur, dan berkelanjutan.

Acara tersebut merupakan hasil sinergi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang bersama Aston Inn Lumajang, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Sinergi itu dinilai penting karena pariwisata bukan hanya urusan destinasi, tetapi juga menyangkut investasi, penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi, dan penguatan citra daerah.

General Manager Aston Inn Lumajang, Otniel Rezha El Shaddai, menyampaikan bahwa Lumajang memiliki kekayaan destinasi yang lengkap, mulai wisata alam, budaya, hingga wisata petualangan.

Menurutnya, kekuatan tersebut perlu ditopang strategi promosi yang tepat sasaran agar tidak berhenti pada potensi, tetapi benar-benar menjadi produk wisata yang siap dipasarkan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap Lumajang semakin terbuka dan maju dalam pengembangan pariwisata. Ini bukan sekadar pertemuan, tetapi ruang untuk networking, bertukar ide, berkolaborasi, serta membangun peluang bisnis yang nyata dan saling menguntungkan. Travel Agent Gathering dan Fam’s Trip diharapkan melahirkan kerja sama konkret berupa paket wisata, rute perjalanan, dan skema promosi yang langsung terhubung dengan jaringan pemasaran travel agent nasional. Dengan begitu, Lumajang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan melalui pola promosi berbasis pasar, bukan hanya berbasis event,” ujarnya.

Ketua KADIN Samco menekankan, bila pariwisata dikelola dengan tepat, maka efeknya akan langsung dirasakan masyarakat, mulai dari UMKM kuliner dan oleh-oleh, ekonomi kreatif, transportasi lokal, pemandu wisata, hingga penginapan dan homestay.

Karena itu, strategi pengembangan pariwisata harus mengarah pada penciptaan ekosistem ekonomi, bukan hanya membangun spot wisata.

Dari sisi pemerintah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Patria Dwi Astiadi menyatakan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.

Ia menilai kegiatan seperti itu memiliki nilai strategis karena menjadi sarana diskusi langsung terkait kebutuhan industri, standar layanan, hingga pemetaan peluang promosi destinasi.

“Pariwisata adalah sektor multisektor. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus memiliki persepsi yang sama untuk memajukan pariwisata Lumajang,” ungkap Patria.

Patria menambahkan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci agar Lumajang mampu naik kelas sebagai destinasi yang kompetitif.

Tidak hanya mempromosikan keindahan alam, tetapi juga menyiapkan produk wisata yang siap jual, termasuk kalender event, paket wisata tematik, dan integrasi antar destinasi.

Melalui Travel Agent Gathering dan Fam’s Trip tersebut, Lumajang optimistis dapat memperluas jejaring pemasaran dan meningkatkan daya saing destinasi.

Dengan promosi yang terarah serta kerja sama yang berkelanjutan, Lumajang menatap pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah yang mampu membuka lapangan kerja, menguatkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan