BeritaPeristiwa

Penerima Bantuan BSPS 2024 di Sumenep Resah: Material Tak Sesuai

891
×

Penerima Bantuan BSPS 2024 di Sumenep Resah: Material Tak Sesuai

Sebarkan artikel ini
Foto: Kondisi rumah penerima bantuan yang mengeluhkan minimnya material yang diterima. @by_News9.id
Foto: Kondisi rumah penerima bantuan yang mengeluhkan minimnya material yang diterima. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan pemotongan dana hibah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2024 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menjadi sorotan.

Sejumlah penerima bantuan mengeluhkan minimnya material yang diterima, sehingga mereka terpaksa merogoh kocek pribadi untuk menutupi kekurangan tersebut.

HD, salah seorang penerima bantuan, mengungkapkan bahwa material yang diterimanya jauh dari cukup untuk menyelesaikan pembangunan rumahnya.

“Batu yang diberikan kurang, saya hanya mendapatkan dua pikep (truk kecil), padahal kebutuhan sebenarnya mencapai lima pikep. Akibatnya, saya harus menambah tiga pikep lagi, tapi tetap tidak cukup. Hanya bagian depan rumah yang bisa diplester, dengan semen sebanyak 22 sak,” ujarnya kepada News9.id, Jumat (7/3/2025).

Ia juga menceritakan bahwa saat meminta tambahan batu kepada pendamping, permintaannya ditolak dengan alasan material tidak lagi tersedia.

“Katanya sudah tidak ada batu karang untuk pondasi, jadi saya harus beli sendiri hingga habis empat pikep. Saya benar-benar bingung dengan bantuan ini,” keluhnya.

Tidak hanya itu, HD menyebutkan bahwa hampir semua penerima bantuan harus mengeluarkan dana tambahan.

Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk menutup kekurangan material berkisar hingga Rp11 juta.

“Ipar saya saja nambah sampai Rp8 juta lebih. Karena tidak mampu lagi, akhirnya hanya bagian depan rumah yang diplester,” tambahnya.

Dari total dana bantuan sebesar Rp20 juta, HD menjelaskan bahwa hanya Rp2,5 juta yang diterima langsung dalam bentuk uang tunai, yang diperuntukkan sebagai upah pekerja.

Sementara sisanya diberikan dalam bentuk material yang jumlahnya dinilai tidak mencukupi.

“Yang kami terima langsung hanya Rp2,5 juta. Sisanya berupa material, tapi jumlahnya sangat kurang,” pungkasnya.

Kasus tersebut terus menjadi perhatian warga Sumenep, yang berharap ada tindak lanjut dari pihak berwenang terkait dugaan pemotongan dana hibah BSPS 2024. ***

Tinggalkan Balasan

>