MALANG, NEWS9 – Kader Partai Demokrat se-Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu menggelar kegiatan pendidikan politik sekaligus konsolidasi penguatan sistem internal partai.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Atria, Kota Malang, pada Minggu, 14 Desember 2025.
Dalam agenda tersebut, sejumlah poin strategis dibahas sebagai tindak lanjut perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Kongres Partai Demokrat tahun 2025.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang, Hadi Mustofa, menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam menyambut dan menjalankan perubahan tersebut.
Ia menegaskan, terdapat dua badan otonom (Banom) baru yang wajib dibentuk di setiap daerah, yakni bidang logistik dan bidang saksi.
“Insyaallah struktur di bawah sudah kita tata. PAC akan kita rapikan kembali, dan target kami Februari 2026 ranting sudah terbentuk. Selanjutnya pada Mei, anak ranting juga rampung. Kalau struktur sudah beres, kita bisa fokus ke penguatan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Top.
Gus Top menjelaskan, perubahan struktur ini juga diiringi dengan penambahan dan penyegaran kader, baik di tingkat DPC maupun PAC.
Dia menegaskan, pembentukan dua Banom tersebut telah dilaksanakan sesuai instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
“Ini keputusan DPP dan wajib dijalankan. Di tingkat DPC sudah ada badan saksi, dan di kecamatan juga akan dibentuk. Belajar dari pengalaman Pileg, kita tidak ingin saksi dibentuk mendadak. Tahun 2026 kita sudah mulai rekrut saksi, dan anak ranting akan kita siapkan menjadi saksi Partai Demokrat untuk perhelatan politik 2029,” tegasnya.
Tidak hanya fokus pada struktur dan kesiapan teknis, Partai Demokrat Kabupaten Malang juga mulai serius menyasar generasi muda.
Gus Top mengungkapkan, kaderisasi dari kalangan Gen Z telah mulai dilakukan dan akan terus diperluas.
“Ke depan kita akan banyak menggelar kegiatan yang dekat dengan anak-anak muda. Selain Srikandi Demokrat, kita juga akan menggerakkan kader muda untuk terjun langsung ke masyarakat,” pungkasnya. ***












