BeritaHukrim

Ramadan Tercoreng, Bandar Narkoba Sengaja Dibiarkan Jelang Kapolsek Masalembu Pensiun

209
×

Ramadan Tercoreng, Bandar Narkoba Sengaja Dibiarkan Jelang Kapolsek Masalembu Pensiun

Sebarkan artikel ini
Ramadan Tercoreng, Bandar Narkoba Sengaja Dibiarkan Jelang Kapolsek Masalembu Pensiun
FOTO: (ilustrasi) Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, dan strategi empat bandar Narkoba. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Bulan suci Ramadan semestinya menjadi momentum membersihkan diri justru tercoreng oleh dugaan maraknya peredaran narkoba di Kampung Gunung, Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu.

Kali ini, saat umat Muslim menahan lapar dan dahaga, transaksi haram dikabarkan tetap berlangsung tanpa rasa takut di siang hari.

Seorang tokoh agama setempat mengungkapkan keresahan mendalam masyarakat.

Kepada media ini, dia menuturkan dampak narkoba sudah nyata dan merusak sendi kehidupan sosial.

“Bahkan kemarin ada maling sepeda tertangkap. Hasil curiannya dijual untuk beli narkoba,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, sedikitnya empat nama berinisial H, A, P, dan S santer disebut warga sebagai bandar yang diduga masih leluasa beroperasi.

Namun, kata dia, hingga kini belum tampak langkah penindakan tegas yang dirasakan masyarakat.

“Nama-nama itu bukan rahasia. Bukan Kapolsek tidak tahu. Tapi hukum seperti diikat, mata ditutup, mulut dibungkam. Itu yang dirasakan masyarakat hari ini,” ungkapnya.

Warga lain menduga kuat pembiaran tersebut berkaitan dengan posisi Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, yang dikabarkan akan segera memasuki masa pensiun.

“Kami menduga empat bandar itu dibiarkan merajalela karena Kapolseknya sudah mau pensiun,” tegasnya.

Masyarakat meminta atensi serius dari pimpinan tertinggi kepolisian, mulai dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polda Jawa Timur, hingga Polres Sumenep untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polsek Masalembu.

“Kami meminta dengan hormat kepada Kapolri, Kapolda Jawa Timur, dan khususnya Kapolres Sumenep agar segera mengevaluasi jajaran Polsek Masalembu. Jangan biarkan anak-anak kami menjadi korban narkoba yang semakin tidak terkendali,” tegasnya.

Warga juga menegaskan, Ramadan seharusnya menjadi bulan suci yang dijaga bersama, bukan justru menjadi saksi pembiaran peredaran barang haram.

“Jika aparat tidak bergerak, kepercayaan publik akan semakin runtuh. Dan ketika hukum tidak lagi ditegakkan dengan tegas, yang tumbuh bukan hanya narkoba tetapi juga ketakutan dan kemarahan masyarakat,” tandasnya.

Hingga detik ini dan berita kembali diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari pihak Polres Sumenep maupun Polsek Masalembu terkait tudingan tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

>