BeritaDaerah

Ribuan Warga Bersholawat dan Doa Menuntut Penegakan Hukum atas Dugaan Korupsi serta Kerusakan Lingkungan

149
×

Ribuan Warga Bersholawat dan Doa Menuntut Penegakan Hukum atas Dugaan Korupsi serta Kerusakan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Ribuan Warga Bersholawat dan Doa Menuntut Penegakan Hukum atas Dugaan Korupsi serta Kerusakan Lingkungan
FOTO: Ribuan warga dari berbagai penjuru Banyuwangi memadati acara IWB bersholawat. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Ribuan warga dari berbagai penjuru Banyuwangi memadati acara “IWB Bersholawat Bersama Rakyat untuk Banyuwangi Bersih dari Korupsi dan Bebas dari Pengrusakan Lingkungan” yang digelar Jumat malam, 16 Mei 2026, pukul 19.00 WIB.

Di tengah lantunan zikir dan sholawat yang menggema penuh khidmat, tersimpan suara kegelisahan rakyat yang kini mulai lantang menuntut keadilan.

Kegiatan yang digagas Info Warga Banyuwangi (IWB) itu bukan sekadar agenda religius biasa.

Acara tersebut berubah menjadi panggung moral rakyat Banyuwangi untuk menyampaikan keresahan atas dugaan praktik korupsi dan kerusakan lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan serta belum tersentuh penyelesaian hukum yang jelas.

Lautan manusia tampak memenuhi area kegiatan. Warga hadir dari berbagai kecamatan, mulai Tegalsari, Genteng, Sempu, Glenmore hingga wilayah lain di Banyuwangi.

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa isu korupsi dan kerusakan alam kini bukan lagi persoalan segelintir kelompok, melainkan keresahan kolektif masyarakat luas.

Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga jajaran pengurus PCNU Banyuwangi turut hadir memberikan dukungan.

Dalam sambutannya, salah satu tokoh agama menyampaikan apresiasi atas keberanian IWB mengangkat isu yang dianggap sensitif namun menyangkut kepentingan rakyat banyak.

“Apa yang dilakukan IWB hari ini bukan sekadar kegiatan biasa. Ini adalah bentuk keberanian moral dalam menyuarakan kebenaran. Ketika banyak orang memilih diam, mereka justru berdiri di depan menyampaikan keresahan rakyat. Kami sangat menghormati langkah ini,” ujarnya disambut tepuk tangan ribuan jamaah.

Ketua IWB, Abi Budy Widarto Arbain, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kekompakan masyarakat yang hadir.

Namun di balik ucapan itu, ia juga menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi Banyuwangi yang menurutnya masih dibayangi persoalan korupsi dan kerusakan lingkungan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memohon kepada Allah SWT agar Banyuwangi benar-benar bersih dari korupsi dan bebas dari kerusakan lingkungan. Kami prihatin karena hingga hari ini masih banyak persoalan yang belum menemukan titik terang hukum. Rakyat berhak mendapatkan keadilan,” tegas Abi.

Ia menambahkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah wilayah Banyuwangi telah menimbulkan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari rusaknya ekosistem hingga ancaman terhadap kehidupan warga sekitar.

Karena itu, menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak boleh berhenti hanya pada wacana.

Abi juga menyinggung adanya dugaan keterkaitan kebijakan masa lalu dengan persoalan yang kini ramai menjadi perhatian publik.

Menurutnya, hukum harus mampu berdiri tegak tanpa memandang status sosial maupun kekuasaan seseorang.

“Kalau memang ada pihak yang terbukti merugikan negara dan merusak lingkungan, siapa pun dia harus bertanggung jawab di depan hukum. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena hukum dianggap tajam ke bawah namun tumpul ke atas,” lanjutnya.

Suasana haru dan penuh semangat tampak menyelimuti jalannya acara. Ribuan jamaah larut dalam doa dan sholawat yang dipanjatkan demi masa depan Banyuwangi yang lebih bersih, adil, dan bermartabat.

Hal senada disampaikan M. Dhofir, pengelola media sosial Pasopati Jatim yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai acara itu telah menjadi simbol kebangkitan suara rakyat Banyuwangi.

“Ini bukan lagi kepentingan satu kelompok atau organisasi. Ini sudah menjadi harapan masyarakat Banyuwangi. Kehadiran ribuan warga malam ini menunjukkan bahwa rakyat ingin melihat penegakan hukum berjalan dengan adil,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah pusat dan aparat penegak hukum benar-benar mendengar suara masyarakat Banyuwangi.

“Kami berharap Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, memberikan perhatian serius terhadap aspirasi rakyat Banyuwangi. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan tidak boleh ada kesan pilih kasih,” tegasnya.

Acara bersholawat tersebut menjadi penegasan bahwa masyarakat Banyuwangi tidak lagi memilih diam.

Di balik lantunan doa yang menggema sepanjang malam, tersimpan harapan besar agar keadilan benar-benar ditegakkan, lingkungan diselamatkan, dan masa depan Banyuwangi tidak lagi dibayangi persoalan korupsi maupun kerusakan alam.

Kini perhatian publik tertuju kepada aparat penegak hukum dan pemerintah pusat. Akankah suara ribuan rakyat Banyuwangi ini mendapat jawaban nyata, atau justru kembali tenggelam di tengah hiruk pikuk kekuasaan? Waktu akan menjadi saksi atas jawaban itu. ***

Tinggalkan Balasan