BeritaDaerah

Ribuan Warga Kepulauan ‘Toron’ ke Sumenep 

102
×

Ribuan Warga Kepulauan ‘Toron’ ke Sumenep 

Sebarkan artikel ini
Ribuan Warga Kepulauan 'Toron' ke Sumenep
FOTO: Ribuan warga kembali ke kampung halaman melalui jalur laut maupun darat. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Gelombang pemudik dari wilayah kepulauan mulai memadati Kabupaten Sumenep menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi ‘toron’ atau pulang kampung membuat ribuan warga kembali ke kampung halaman melalui jalur laut maupun darat.

Tercatat sebanyak 4.754 warga asal kepulauan pulang ke Sumenep menggunakan transportasi laut yang diberangkatkan dari Pelabuhan Kalianget dan Pelabuhan Jangkar, Situbondo.

Berdasarkan data hingga Minggu (15/3), jumlah penumpang yang menuju sejumlah pulau di wilayah Sumenep cukup signifikan.

Sebanyak 412 orang menuju Masalembu, 2.039 orang ke Pulau Kangean, 280 orang ke Sapeken, 740 orang ke wilayah Pulau Sapudi, serta 1.128 orang menuju Pulau Raas.

Selain itu, terdapat 155 orang yang melanjutkan perjalanan melalui Pelabuhan Jangkar, Situbondo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengatakan antusiasme masyarakat kepulauan untuk memanfaatkan program mudik gratis tahun ini cukup tinggi.

Menurutnya, sejak H-10 hingga H-6 menjelang Lebaran, jumlah penumpang tujuan kepulauan mengalami peningkatan signifikan.

“Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar masyarakat kepulauan dapat merasakan kemudahan saat mudik dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Dzulkarnain.

Ia menjelaskan, selain menyediakan transportasi laut, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga memfasilitasi angkutan darat gratis bagi perantau asal Sumenep yang berada di Jakarta.

Program mudik gratis tersebut telah diberangkatkan pada Minggu (15/3) pagi dari Area Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Setibanya di Sumenep, rombongan pemudik diarahkan menuju Pendopo Agung Keraton Sumenep sebagai titik akhir perjalanan.

“Insyaallah sekitar pukul 23.00 WIB mereka tiba di pendopo. Ada delapan bus dengan total 390 pemudik,” jelasnya.

Untuk mengikuti program tersebut, masyarakat cukup menunjukkan identitas resmi yang membuktikan bahwa mereka merupakan warga Sumenep, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumen identitas lainnya.

Dzulkarnain menegaskan, program mudik gratis ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.

“Harapannya program ini dapat membantu meringankan biaya perjalanan para perantau sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>