MADIUN, NEWS9 – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Kabupaten Madiun Tahun 2026 resmi digelar di Gedung Padepokan Madiun Kampung Pesilat pada Selasa (05/05/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya sistematis pemerintah daerah untuk menyiapkan generasi muda yang berintegritas, disiplin, serta berjiwa nasionalis.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Madiun, Hestu Wiradriawan,S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa program PASKIBRAKA bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan instrumen kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
“PASKIBRAKA merupakan wahana strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki kedisiplinan tinggi. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program PASKIBRAKA serta Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 3 Tahun 2022, yang menegaskan bahwa Bakesbangpol memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan program tersebut.
Dalam regulasi tersebut, tahapan pembentukan PASKIBRAKA meliputi tiga fase utama, yakni rekrutmen dan seleksi, pemusatan pendidikan dan pelatihan, serta pengukuhan.
Antusiasme peserta pada tahun ini menunjukkan tren peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya jumlah peserta tercatat sebanyak 314 pelajar, maka pada tahun 2026 ini melonjak menjadi 453 peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan setara SMA/MA/SMK.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 337 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang meliputi pemeriksaan kesehatan, parade, baris-berbaris, tes kesamaptaan, serta penilaian kepribadian.
Hestu juga memberikan pesan moral kepada seluruh peserta agar menjadikan proses seleksi ini sebagai ruang pembelajaran.
“Tunjukkan kemampuan terbaik. Bagi yang lolos, tetaplah rendah hati dan tidak sombong. Sedangkan yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Masih banyak ruang untuk terus berkembang,” pesannya.
Sementara itu, Gatot Hariyanto, Peltu yang menjabat sebagai Bati Tuud Koramil 0803-01/Taman Kodim 0803/Madiun, menambahkan bahwa proses seleksi dilaksanakan selama dua hari dengan sistem gugur yang ketat dan objektif.
“Seleksi ini dirancang untuk menjaring individu-individu terbaik yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki mental, karakter, dan integritas yang kuat sebagai calon pengibar bendera pusaka,” jelasnya.
Melalui seleksi yang kompetitif dan transparan ini, diharapkan akan lahir putra-putri terbaik Kabupaten Madiun yang siap mengemban tugas kehormatan sebagai PASKIBRAKA serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. ***
