BeritaPolitik

Sentuhan Achmad Fauzi: JKM Hadirkan Solusi untuk Nelayan dan Petani Pulau Giliyang

408
×

Sentuhan Achmad Fauzi: JKM Hadirkan Solusi untuk Nelayan dan Petani Pulau Giliyang

Sebarkan artikel ini
Foto: Salah satu warga Pulau Giliyang, Sahudia, yang menerima bantuan JKM sebesar Rp72 juta sebagai ahli waris suaminya, Amsun, @by_News9.id
Foto: Salah satu warga Pulau Giliyang, Sahudia, yang menerima bantuan JKM sebesar Rp72 juta sebagai ahli waris suaminya, Amsun, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Program Jaminan Kematian (JKM) hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan secercah harapan bagi warga Pulau Giliyang, Sumenep, Madura.

Program yang digagas oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, ini memberikan perlindungan finansial dan kemudahan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Pulau Giliyang, yang penduduknya mayoritas bekerja sebagai nelayan dan petani, selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dan biaya dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Namun, dengan hadirnya program JKM, masyarakat mulai merasakan manfaat nyata.

Program ini memungkinkan warga mendapatkan layanan kesehatan secara gratis atau dengan biaya terjangkau, sehingga meringankan beban mereka yang selama ini terbebani kesulitan ekonomi.

Salah satu warga Pulau Giliyang, Sahudia, mengungkapkan rasa syukur atas manfaat yang diterima melalui program tersebut.

Ia menerima bantuan sebesar Rp72 juta sebagai ahli waris suaminya, Amsun, seorang nelayan yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

“Berkat program JKM dari Pak Fauzi, kami mendapat bantuan Rp72 juta. Ini sangat membantu meringankan beban kami tanpa perlu khawatir soal biaya,” kata Sahudia, Selasa (20/11/2024).

Bupati Achmad Fauzi menegaskan program itu merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah pelosok seperti Pulau Giliyang.

“Layanan kesehatan adalah hak dasar yang harus terpenuhi bagi semua warga, termasuk yang berada di daerah terpencil. Ke depan, kami akan terus memperluas cakupan JKM dan meningkatkan kualitas layanan untuk memastikan semua masyarakat mendapat manfaatnya,” ujar Fauzi.

Hingga saat ini, lebih dari 6.000 nelayan di Sumenep telah menerima manfaat dari program JKM.

Bahkan, Fauzi menegaskan bahwa program tersebut akan terus diperluas agar lebih banyak warga dapat merasakan dampaknya.

Program JKM bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam melindungi dan mendukung masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mewujudkan pemerataan pelayanan dasar hingga ke pelosok negeri. ***

Tinggalkan Balasan

>