BeritaPemerintahan

Sumenep Menyalakan Obor Pariwisata: Dari Destinasi ke Peradaban

430
×

Sumenep Menyalakan Obor Pariwisata: Dari Destinasi ke Peradaban

Sebarkan artikel ini
Foto: Kepala Disbudporapar, Mohammad Iksan, bersama puluhan pengelola destinasi wisata, dalam forjm eksklusif. @by_News9.id
Foto: Kepala Disbudporapar, Mohammad Iksan, bersama puluhan pengelola destinasi wisata, dalam forjm eksklusif. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menyalakan obor kebangkitan pariwisata melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar).

Bukan sekadar membenahi fisik destinasi, namun membentuk sumber daya manusia sebagai ujung tombak perubahan besar sektor pariwisata.

Puluhan pengelola destinasi wisata, mulai dari penjaga ketenangan pantai hingga pelestari budaya dan alam, dikumpulkan dalam forum eksklusif di Aula Disbudporapar.

Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memetakan ulang masa depan industri wisata di ujung timur Pulau Madura itu.

Kepala Disbudporapar, Mohammad Iksan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi sektor pariwisata tidak bisa lagi berjalan dengan pendekatan lama.

Ia menekankan pentingnya revolusi mental dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kami tidak sedang bicara tentang menambah jumlah kunjungan. Kami sedang bicara tentang membangun peradaban dari setiap destinasi. Wisata bukan sekadar jual pemandangan, tapi tentang menyuguhkan pengalaman berkelas dunia dengan ruh lokal,” tegas Iksan, Selasa (29/4/2025).

Forum menghadirkan materi yang komprehensif, mulai dari pelayanan prima, manajemen destinasi, storytelling lokal, penguatan narasi digital, hingga hospitality berstandar global yang diselaraskan dengan nilai-nilai kearifan lokal Madura.

Paradigma lama dipatahkan. Pariwisata kini diposisikan bukan sebagai pelengkap pembangunan, tetapi sebagai pilar ekonomi daerah dan martabat budaya.

Para pengelola destinasi tidak hanya dituntut menjaga aset, tetapi juga merawat nilai, menciptakan atmosfer, dan menjadi motor ekonomi kreatif.

Langkah tersebut merupakan bagian dari visi besar Pemkab Sumenep yang tak ingin hanya menjadi destinasi alternatif.

Sumenep dibidik sebagai tujuan utama wisatawan bukan karena murah, tetapi karena sarat makna.

“Kita tidak ingin wisatawan datang hanya sekali lalu lupa. Kita ingin mereka pulang membawa cerita, lalu kembali membawa teman,” tutup Iksan.

Inisiatif tersebut bukanlah titik akhir, melainkan permulaan dari gerakan sosial yang lebih besar.

Pariwisata Sumenep kini ditabuh sebagai orkestra kolaboratif, dengan setiap pelaku wisata sebagai musisinya, dan Sumenep sebagai panggung utama yang siap memikat dunia. ***

Tinggalkan Balasan

>