BeritaPeristiwa

Warga Daadung Geram, Desak Audit Proyek Irigasi P3-TGAI 2024

611
×

Warga Daadung Geram, Desak Audit Proyek Irigasi P3-TGAI 2024

Sebarkan artikel ini
Fot9: Kondisi pengerjaan pembangunan P3-TGAI 2024 di Dusun Polai Tinggi, @by_News9.id
Foto: Kondisi pengerjaan pembangunan P3-TGAI 2024 di Dusun Polai Tinggi, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), yang diharapkan menjadi solusi mendukung kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, justru menuai kekecewaan di Desa Daadung, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep.

Pasalnya, proyek yang dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2024 itu diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

P3-TGAI sejatinya dirancang untuk melibatkan masyarakat lokal melalui metode padat karya bertujuan memperbaiki saluran irigasi tersier secara partisipatif dan meningkatkan penghasilan petani di sela-sela musim tanam.

Namun, di Dusun Polai Tinggi, pelaksanaan proyek tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar.

Salah seorang warga berinisial MK mengungkapkan kejanggalan sejak awal proses pembangunan.

“Pelaksanaan kegiatan drainase di Dusun Polai Tinggi tersebut tidak berkualitas. Mulai dari pondasi hingga pemasangan batunya sangat mencurigakan,” ujarnya kepada News9.id, Jumat (21/3/2025).

MK juga mengungkapkan minimnya transparansi dan menilai pemerintah desa lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kesejahteraan masyarakat.

Dirinya pun mendesak pihak berwenang segera melakukan pengawasan dan evaluasi.

“Kami berharap pihak terkait segera turun tangan untuk mengawasi dan mengevaluasi bahkan mengaudit anggaran proyek tersebut,” pungkas MK.

Saat dikonfirmasi, Rahman selaku ketua kelompok proyek P3A Polai Tinggi Permai hingga kini belum memberikan tanggapan terkait dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan P3-TGAI tahun anggaran 2024.

Sementara itu, Kepala Desa Daadung, Sairi, membenarkan adanya dua proyek drainase yang bersumber dari program P3-TGAI di desanya, yakni P3A Polai Tinggi Permai dan P3A Aeng Ombul.

Masing-masing proyek mendapatkan anggaran kurang lebih sebesar Rp195 juta dengan panjang saluran sekitar 250 meter.

“Benar, di desa saya ada dua proyek drainase melalui P3-TGAI 2024. Anggarannya sama untuk masing-masing proyek, sekitar Rp195 juta dengan panjang 250 meter,” jelas Sairi, Minggu (23/3/2025).

Ditanya soal nama ketua kelompok P3A Aeng Ombul, Kades Sairi, memberikan jawaban tak jelas dan bahkan membingungkan, seolah-olah mempermainkan.

Hingga berita ini diterbitkan, evaluasi dari pihak terkait masih terus dinantikan.

Masyarakat berharap proyek berikut anggaran yang dialokasikannya diawasi dengan ketat agar tujuan utama peningkatan kesejahteraan benar-benar terwujud, bukan justru menjadi ajang kepentingan segelintir pihak. ***

Tinggalkan Balasan

>