Harapan Palsu untuk Si Nenek Miskin: Ketika Bantuan Jadi Komoditas

- Redaktur

Minggu, 2 Februari 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (Ilustrasi) Si Nenek, yang rumahnya terlanjur dibongkar. Katanya dapat program BSPS. @by_News9.id

Foto: (Ilustrasi) Si Nenek, yang rumahnya terlanjur dibongkar. Katanya dapat program BSPS. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @kanjengbabe69 menampilkan kisah seorang nenek miskin di salah satu desa di Kabupaten Sumenep.

Dalam video tersebut, si nenek tampak bahagia karena mendapat kabar bahwa rumahnya akan dibangun melalui bantuan pemerintah lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Karena kabar itu, si nenek meminta sanak saudara untuk membongkar rumahnya. Namun, hari berganti, bulan berlalu, bantuan yang dijanjikan tak kunjung datang.

Merasa gelisah, si nenek menceritakan kekecewaannya kepada sang cucu.

Si cucu pun meneruskan cerita itu kepada seorang aktivis sosial, yang kemudian membagikannya ke sebuah grup WhatsApp demi mencari solusi.

Baca Juga:  Tergenang Banjir, Petani Sumekar Bergerak Cepat Bantu Saudara Seperjuangan

Dalam percakapan di grup tersebut, seorang anggota menyatakan kesediaannya membangun rumah si nenek.

Namun, ada syarat yang mengejutkan sebelum pembangunan dimulai, keluarga si nenek harus menyerahkan uang sebesar Rp 6 juta.

Pernyataan itu pun memicu kemarahan aktivis yang merasa permintaan tersebut tidak manusiawi.

Tidak berhenti di situ, anggota grup tersebut akhirnya menurunkan permintaannya menjadi Rp 5 juta sebagai uang muka.

Aktivis yang merasa geram akhirnya menghubungi langsung orang tersebut untuk mencari kejelasan.

Baca Juga:  Sinergi Ormas Madas dan Polres Sampang Cepat Tangani Korban Kecelakaan di Sampang

Namun, peristiwa itu mengungkap realitas pahit. Masih ada pihak yang memanfaatkan penderitaan orang miskin untuk kepentingan pribadi.

Kasus ini menjadi gambaran bagaimana bantuan sosial kerap kali disertai kepentingan terselubung.

Ketika seharusnya menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan, bantuan malah berubah menjadi komoditas yang diperjualbelikan.

Si nenek yang awalnya bahagia kini justru terlunta-lunta tanpa rumah dan tanpa kepastian.

@AMR JAYA GROUP, dalam komentarnya menyebutkan bahwa di desanya sampai ditawar-tawarin bedah rumah namun tidak ada yang mau.

“Di desanya smpek ditawar2in bedah rumah tpi gak ada yg mau bukan karena apa tapi banyaan tambahannya dr pda dr bedah rumahnya. Kalo gak punya persiapan uang pribadi sendiri gak mau org2,” keluh salah satu netizen.

Di sisi lain, @Syifa Al Janah, pun mengeluhkan biaya tukang yang bayar sendiri.

“Iya kadang tukang nya bayar sendiri. Padahal skrg kan mahalan tukang nya SM bahan nya,” cetus Netizen

Haruskah bantuan bagi kaum miskin terus dipermainkan seperti ini? ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB

FOTO: H. Gufron, saat proses pembelian dengan pemeriksaan dan penilaian kualitas tembakau di gudang utama Haswal Group. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana

Senin, 24 Agu 2026 - 14:51 WIB