LUMAJANG, NEWS9 – Suasana haru dan khidmat menyelimuti lapangan SMKN 2 Lumajang pada Kamis (8/5/2025), saat acara tasyakuran dan pelepasan siswa kelas XII dan XIII digelar secara sederhana di bawah tenda terbuka.
Meski dilangsungkan dengan nuansa sederhana, acara ini terasa lebih hangat dan bermakna bagi para siswa, guru, dan orang tua yang hadir.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Komite Sekolah, Septa Aridona, Wakil Komite Sugeng, serta motivator pendidikan, Khidmat.
Yang paling menyita perhatian dalam momen tersebut adalah pengumuman mengejutkan dari Kepala SMKN 2 Lumajang, Lilik Majidatut Zahro, M.Pd., terkait kebijakan baru bertajuk Program Pemutihan Ijazah Alumni.
Dalam sambutannya, Lilik menyampaikan bahwa pihak sekolah membuka kesempatan bagi seluruh alumni dari angkatan 1987 hingga 2021 yang ijazahnya masih tertahan di sekolah, untuk mengambilnya tanpa dikenai biaya apa pun.
“Sebelum ada kebijakan sekolah gratis, setiap siswa masih dibebani pembayaran SPP, uang gedung, hingga biaya lainnya. Karena itu, banyak ijazah yang belum diambil karena masih memiliki tanggungan. Bahkan ada yang jumlahnya cukup fantastis,” jelas Lilik.
Tak hanya membuka akses, pihak sekolah juga proaktif mengantar ijazah tersebut langsung ke rumah para alumni, termasuk ke wilayah-wilayah terpencil seperti Tempursari, Pronojiwo, Penanggal, Tengger, dan Senduro.
“Program ini kami sebut sebagai pemutihan ijazah. Kami ikut turun langsung menyerahkan ijazah alumni, dan meminta guru-guru turut bergerilya mencari alamat mereka,” tambahnya di hadapan para tamu undangan.
Lilik juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian siswa-siswi SMKN 2 Lumajang yang telah mengharumkan nama sekolah di kancah nasional dan internasional.
Ia menyebut sejumlah alumni jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut (TKKR) berhasil meraih beasiswa 2024/2025 dari Akademi Martha Tilaar Jakarta.
Tak hanya itu, melalui program SMK Pusat Keunggulan, sebanyak 11 siswa dari jurusan Perhotelan, Kuliner, dan Desain Komunikasi Visual (DKV) memperoleh kesempatan magang ke Jepang selama enam bulan secara gratis, sebagai bagian dari bantuan pemerintah. Dalam waktu dekat, mereka akan diberangkatkan untuk menjalani kontrak kerja di negeri Sakura.
Kepala sekolah yang dikenal inovatif ini juga rutin meraih penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional berkat berbagai terobosan yang ia lakukan.
Sebagai penutup, Lilik menyampaikan harapan agar lulusan tahun ini mampu meneruskan bahkan melampaui prestasi para seniornya.
“Kami berharap siswa-siswi yang lulus hari ini bisa melanjutkan jejak prestasi kakak-kakaknya, bahkan lebih baik lagi,” pungkasnya. ***









