Evaluasi Berdarah: Kasubag TU Jadi Korban Kebijakan Dinkes dan Kapus

- Redaksi

Jumat, 23 Mei 2025 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pragaan. @by_News9.id

Foto: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pragaan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Imbas dari dugaan kelalaian pelayanan yang menyebabkan meninggalnya seorang warga Desa Pragaan Daya, menjadi sorotan publik.

Pasalnya, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep berhasil menumbalkan Staf Puskemas Pragaan.

Seorang pejabat, yakni Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Puskesmas Pragaan, akhirnya menjadi tumbal mutasi.

Informasi yang dihimpun tim media, pada Rabu (22/5/2025) pagi, perwakilan Dinkes P2KB, N. Syamsi, mendatangi Puskesmas Pragaan untuk menyerahkan surat mutasi kepada Kasubag TU yang berinisial “N“.

“Kepala Dinas tidak bisa hadir langsung karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga saya yang ditugaskan untuk menyampaikan surat pemindahan tugas ini,” ujar Syamsi sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat ditanya apakah surat tersebut merupakan hasil evaluasi internal Dinkes P2KB, Syamsi membenarkan.

“Iya, itu surat resmi dan merupakan hasil evaluasi kami,” tegasnya.

Berdasarkan surat yang diperoleh redaksi, Kasubag TU “N” resmi dimutasi ke Puskesmas Kecamatan Ganding.

Baca Juga:  DPRD Ultimatum BRIDA: Segera Ungkap Akar Masalah Banjir Sumenep

Mutasi tersebut berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2025 dan ditandatangani langsung oleh Kepala Dinkes P2KB pada tanggal 22 Mei 2025.

Menanggapi keputusan itu, tim Media mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Puskesmas Pragaan terkait alasan Kasubag TU yang dimutasi, bukan kepala puskesmas selaku penanggung jawab utama pelayanan.

Baca Juga:  Tambang Pasir Laut Masalembu Baru Dihentikan Setelah Alam Hampir Ludes

Namun, Kepala Puskesmas Pragaan, Bahar, enggan menjawab secara rinci.

“Silakan tanyakan langsung ke Bu Kadis, karena beliau yang tahu soal itu,” ujarnya singkat saat ditemui pukul 08.30 WIB di Puskesmas Pragaan.

Kasus tersebut masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama soal siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kelalaian pelayanan publik yang berujung pada hilangnya nyawa warga. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB