DPRD Sumenep Soroti Mafia Gas Melon, Komisi I Ancam Cabut Izin Agen Nakal

- Redaktur

Senin, 16 Juni 2025 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Chairul Anwar, (kanan). @by_News9.id

FOTO: Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Chairul Anwar, (kanan). @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep akhirnya angkat bicara terkait kelangkaan dan tingginya harga gas LPG 3 kilogram (gas melon) yang meresahkan warga dalam beberapa pekan terakhir.

Anggota Komisi I, Hairul Anwar, ST., MT, menegaskan bahwa persoalan itu bukan bersumber dari keterlambatan atau gangguan distribusi dari pihak Pertamina, melainkan diduga kuat akibat ulah oknum nakal di tingkat agen dan sub agen.

“Pasokan dari Pertamina berjalan lancar. Tidak ada pengurangan kuota. Kalau masyarakat tetap kesulitan mendapatkan gas, berarti ada yang bermain. Kami curiga ada penimbunan atau pengalihan distribusi yang dilakukan oknum agen. Jika terbukti, kami akan rekomendasikan pencabutan izin usahanya,” tegas Hairul, Senin (16/6/2025).

Pernyataan tersebut merujuk pada hasil rapat koordinasi antara Komisi I dengan Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep.

Baca Juga:  Disodori Pertanyaan ‘Recusal’, Calon KI Sumenep Pilih Mengaku Tak Tahu

Pemerintah daerah menyatakan bahwa pengiriman gas dari SPBE ke agen tetap berjalan normal tanpa hambatan.

Menurut Hairul, secara logis, satu tabung gas 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga normal tidak akan habis dalam sehari.

Maka, kelangkaan yang terjadi di masyarakat bukan disebabkan oleh konsumsi berlebihan, tetapi lebih pada gangguan distribusi yang diduga sengaja dibuat.

“Pengecer tidak mungkin mampu menimbun karena keterbatasan tempat. Artinya, dugaan kuat mengarah pada permainan antara agen dan sub agen. Ini harus segera diusut,” tambahnya.

Komisi I mendesak dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan distribusi gas bersubsidi dan menindak tegas para pelaku penyimpangan.

“Gas melon ini disubsidi negara untuk rakyat kecil. Kalau ada yang mempermainkan, itu sama saja merampas hak masyarakat. Kami minta Pemkab bertindak tegas,” ujar Hairul.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, memastikan bahwa stok LPG 3 kg di wilayah Sumenep masih dalam kondisi aman.

Baca Juga:  Teror Batu Gili Iyang, Bayang Mafia Menghantui Hukum

Ia menyebut, yang terjadi bukan kelangkaan, melainkan peningkatan konsumsi masyarakat akibat momentum hari besar dan libur panjang.

“Biasanya warga membeli dua tabung, tapi dalam beberapa minggu terakhir ada yang membeli sampai empat. Ini membuat permintaan meningkat drastis,” jelas Dadang.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Sumenep telah mengajukan tambahan kuota fakultatif ke Pertamina dan mendapat persetujuan sebanyak 30.000 tabung LPG 3 kg.

Baca Juga:  Dukung Instruksi Presiden, Poktan Nurussalam Kirim Gabah ke Bulog Sumenep

Tambahan tersebut sudah mulai didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak.

“Kami pastikan distribusi tambahan ini tepat sasaran. Agen dan sub agen juga kami ingatkan agar tidak menjual ke pengecer dalam jumlah besar tanpa kontrol. Pengawasan terus kami lakukan di lapangan,” tegasnya.

“Masyarakat diharap tetap tenang dan melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan distribusi atau harga di atas HET yang ditetapkan,” pungkas Dadang. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang saat membagikan bendera merah putih. @by_News9.id

DAERAH

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:35 WIB

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB