Aset Pemkab Dikomersilkan Oknum Preman Food Colony Pamekasan

- Redaktur

Selasa, 9 September 2025 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Dua toilet umum di kawasan food colony justru dijadikan ladang pungli dengan dalih biaya pengelolaan yang tidak jelas. @by_News9.id

FOTO: Dua toilet umum di kawasan food colony justru dijadikan ladang pungli dengan dalih biaya pengelolaan yang tidak jelas. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Fasilitas umum di area Food Colony, Pamekasan, Madura kian menuai sorotan.

Alih-alih memberi kenyamanan, dua toilet umum di kawasan tersebut justru dijadikan ladang pungli dengan dalih biaya pengelolaan yang tidak jelas.

Padahal, fasilitas umum (fasum) semestinya bisa dinikmati pengunjung secara gratis.

Namun kenyataannya, masyarakat yang datang ke Food Colony, tepatnya di Jl. Kesehatan No.03-05, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, dipaksa merogoh kocek dengan tarif tidak masuk akal.

Baca Juga:  Dana Potongan BSPS di Sumenep Mengalir Jauh

Hasil investigasi tim media menemukan, pengunjung di toilet sisi timur dikenakan biaya Rp2.000 untuk buang air kecil, Rp3.000 untuk buang air besar, dan Rp5.000 untuk mandi.

Parahnya, bukan sekadar bayar, warga juga harus berhadapan dengan oknum preman yang diduga menguasai toilet tersebut.

“Kalau tidak mau bayar Rp5.000 untuk mandi, kami diancam tidak boleh lagi menggunakan kamar mandi di Food Colony,” ungkap salah satu pedagang dengan nada kesal, Senin (8/9/2025).

Lebih parah lagi, kondisi toilet pun jauh dari kata layak. Bau menyengat, pintu tanpa kunci aman, bahkan tidak ada gantungan baju.

“Toilet ini sangat mengecewakan, lebih mirip kandang daripada fasilitas umum,” ujar seorang pengunjung dengan nada geram.

Masyarakat menilai praktik pungutan liar tersebut sudah berjalan lama.

Baca Juga:  Mobil Pick Up Tabrak Pegawai Dishub di Sampang, Korban Masih Dirawat Intensif

Dari catatan yang dihimpun, sejak 4 Maret 2025 hingga sekarang, kepala dinas terkait seakan tutup mata.

“Tidak ada sidak, tidak ada tindakan, hanya membiarkan preman menguasai fasilitas umum dengan dalih retribusi,” terangnya.

Sementara itu, warga mendesak Pemkab Pamekasan segera turun tangan.

“Jangan biarkan toilet umum jadi bancakan preman, sementara rakyat kecil terus dipalak,” tandas sejumlah pedagang dan pengunjung penuh kekecewaan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru