Preman Kuasai Food Colony, Aset Pemkab Pamekasan Diduga Jadi Ladang Pungli

- Editorial Team

Rabu, 10 September 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kawasan Food Colony, Kecamatan Kota, yang notabene merupakan aset milik Pemkab. @by_News9.id

FOTO: Kawasan Food Colony, Kecamatan Kota, yang notabene merupakan aset milik Pemkab. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Aroma busuk praktik pungutan liar (pungli) kembali menyeruak di Kabupaten Pamekasan.

Kali ini terjadi di kawasan Food Colony, Kecamatan Kota, yang notabene merupakan aset milik Pemkab.

Sejumlah pedagang pasar malam mengaku resah lantaran setiap sore dipalak oknum preman yang berkedok perintah dari Dinas Koperasi.

Modusnya, para preman tersebut meminta Rp10 ribu kepada setiap sopir pedagang pasar malam yang memarkir mobilnya di halaman belakang Food Colony.

Baca Juga:  Kasus Ijazah Palsu di Sumenep Masih Buram

Lebih parah lagi, para preman itu bahkan berani menunjukkan surat rekomendasi Diskop melalui ponsel mereka sebagai dalih legalitas.

Namun ketika pedagang meminta salinan resmi, bukti itu hanya diperlihatkan sekilas tanpa boleh didokumentasikan.

“Kalau memang resmi, kenapa kami tidak boleh menerima bukti tertulis? Ini jelas-jelas premanisme yang mengatasnamakan Diskop,” tegas salah satu pedagang yang enggan disebut namanya.

Padahal, kawasan tersebut sudah memiliki petugas parkir resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub).

Baca Juga:  Kedapatan Narkoba, Dua Pemuda Diamankan Polisi

Kehadiran preman yang memungut uang parkir tambahan jelas merugikan pedagang sekaligus menodai citra pemerintah daerah.

Ironisnya, praktik liar itu terkesan dibiarkan saat Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Naker Pamekasan seolah tutup mata, meski masalah tersebut mencoreng nama baik institusi yang dipimpinnya.

“Seolah-olah semua aset Pemkab di Food Colony dikomersialkan seenaknya oleh preman,” sindir salah satu pedagang.

Masyarakat kini menunggu sikap tegas Pemkab Pamekasan. Apakah akan menindak tegas praktik premanisme yang merajalela di jantung kota, atau justru terus membiarkan marwah institusi pemerintah dipermainkan oleh oknum tak bertanggung jawab. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya
Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar
Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur
Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka
Sudah Jadi Tersangka, Perkara Mantan Legislator Sumenep Belum Dilimpahkan
Chat Terbongkar, Pelaku Perkosaan dan Cabul Anak Diringkus Polisi
Kasus Dugaan Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Belum Ada Kepastian Hukum
Sekjen PPMI Nasional Soal Vonis Banding Kasus Andrie Yunus: Ada Cawe-cawe Militer
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:28 WIB

Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:55 WIB

Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur

Jumat, 18 September 2026 - 12:52 WIB

Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka

Sabtu, 12 September 2026 - 21:05 WIB

Sudah Jadi Tersangka, Perkara Mantan Legislator Sumenep Belum Dilimpahkan

Berita Terbaru

FOTO: Fauzi As. @by_News9.id

OPINI

Surat AI pada Presiden dan Menhan

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:50 WIB

FOTO: Anggota PWRI Sumenep mengikuti agenda Cator Jurnalistik. @by_News9.d

DAERAH

Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep

Rabu, 30 Sep 2026 - 17:05 WIB